Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Konflik Pertikaian, Aparat Gabungan Razia Senjata dan Sita Ratusan Panah di Kwamki Narama

W
Penulis: Wahyu Welerubun❯
Polisi melakukan razia dan penyisiran skala besar di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa, 15 September 2026. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
 Polisi melakukan razia dan penyisiran skala besar di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa, 15 September 2026. (Foto: CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN). 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Tim gabungan Kepolisian Resor Mimika dan Satuan Brimob melaksanakan operasi penyisiran dan razia skala besar di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Mimika, Kompol J. Limbong ini dilaksankan pada Selasa, 15 September 2026. 

Kompol Limbong menyebutkan bahwa langkah penegakan hukum ini ditempuh guna meredam potensi konflik horizontal serta menertibkan senjata tajam dan alat perang milik kelompok warga yang bertikai. 

Advertisement

Penyisiran yang dimulai sekitar pukul 09.45 WIT tersebut difokuskan di area Jalur 1 dan Jalur 2 Kampung Amole. 

Sebanyak 145 personel gabungan yang terdiri atas personel Polres Mimika, Polsek Kwamki Narama, Batalyon B Brimob Polda Papua Tengah, dan Pasukan III Pelopor Mabes Polri dikerahkan di bawah pimpinan Wakapolres Mimika Kompol J. Limbong.

"Aparat menyisir area dari permukiman warga hingga pinggiran hutan untuk merobohkan empat tenda perang milik kelompok yang berkonflik," jelas Kompol Limbong, Rabu (16/9/2026). 

Advertisement

Lanjut dijelaskan, saat penyisiran berlangsung, petugas mendapat perlawanan dari sekelompok warga di tepi hutan yang melepaskan sekitar tujuh anak panah ke arah aparat.

Merespon perlawanan warga, petugas kemudian melepaskan tembakan gas air mata ke arah hutan. Kompol Limbong menyebut tidak ada korban dalam insiden ini.

Dari operasi hingga Selasa sore, aparat menyita ratusan alat perang dan persenjataan tradisional. Barang bukti yang diamankan meliputi 67 pucuk busur, 423 anak panah, 83 mata anak panah, serta 46 anak panah rusak, 3 pucuk senapan angin, 6 bilah parang, 2 buah kapak, 1 buah gergaji, dan 1 batang besi, 15 lembar seng dan triplek tameng, 29 unit aksesori Waimum, 1 buah tulang kasuari, serta 4 unit gitar kayu.

Di samping menyita peralatan perang, razia difokuskan untuk memburu dua orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial ND dan JM. 

Advertisement

Artikel Terkait

Tim Gabungan Amankan 213 Liter Sopi dalam Razia Kapal di Dermaga Pomako

Tim Gabungan Amankan 213 Liter Sopi dalam Razia Kapal di Dermaga Pomako

Riuk gelombang laut di Dermaga Pomako baru saja surut saat KM Leuser membuang sauh, Minggu (20/9/2026) pagi.

Razia Mendadak di Lapas Timika, Pisau, Silet, Ketapel hingga Ponsel Disita

Razia Mendadak di Lapas Timika, Pisau, Silet, Ketapel hingga Ponsel Disita

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Mimika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Mimika, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Ke

Kekurangan Oksigen di Dalam Sumur, Dua Pria di Mimika Dilaporkan Tewas 

Kekurangan Oksigen di Dalam Sumur, Dua Pria di Mimika Dilaporkan Tewas 

Dua orang pria dilaporkan tewas di dalam sebuah sumur di SP 2, Jalan Moria, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026). 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer