Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Boleh Ada Anak yang Tertinggal, Papua Tengah Perkuat Perhatian bagi Anak Berkebutuhan Khusus

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di aula kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah di Nabire, Rabu (16/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di aula kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah di Nabire, Rabu (16/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Setiap anak memiliki hak untuk belajar, tumbuh dan meraih masa depan, termasuk anak berkebutuhan khusus. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong agar keterbatasan tidak menjadi alasan bagi seorang anak untuk kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan yang layak.

Pesan tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah di Nabire, Rabu (16/9/2026).

Victor mengatakan, pendidikan bukan hanya tentang berada di dalam ruang kelas, tetapi juga tentang memastikan setiap anak mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan mereka agar dapat berkembang.

Advertisement

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, setiap anak di Papua Tengah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus,” kata Victor.

Menurutnya, anak berkebutuhan khusus tidak boleh dipandang hanya dari keterbatasan yang dimiliki. Di balik kondisi tersebut, setiap anak memiliki potensi, kemampuan dan masa depan yang perlu didukung bersama.

Karena itu, pendidikan inklusif harus dibangun dengan kesiapan sekolah, kemampuan guru, pendampingan bagi orang tua serta layanan yang dapat membantu anak ketika membutuhkan asesmen, terapi maupun penanganan lebih lanjut.

Advertisement

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena kondisi fisik, intelektual, maupun kebutuhan khusus yang dimilikinya,” ujarnya.

Victor menilai, perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus juga membutuhkan sistem pelayanan yang mudah dipahami oleh keluarga. Ketika seorang anak membutuhkan bantuan, orang tua harus mengetahui ke mana harus datang dan sekolah harus mengetahui pihak yang dapat diajak berkoordinasi.

Dalam hal ini, Unit Layanan Disabilitas diharapkan tidak hanya dibentuk secara administratif, tetapi benar-benar hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Foto Besama kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di aula kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah di Nabire, Rabu (16/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)
Foto Besama kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Menuju Papua Tengah yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan” di aula kantor Dinas Pendidikan Papua Tengah di Nabire, Rabu (16/9/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV)

“Masyarakat harus mengetahui ke mana harus datang ketika membutuhkan pelayanan. Sekolah harus mengetahui kepada siapa harus berkoordinasi. Orang tua harus mendapatkan informasi dan pendampingan yang jelas,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Dua Tahun Berkarya, DPR Papua Tengah Fokus Perkuat Legislasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Genap dua tahun menjalankan tugas sejak dilantik pada 2024, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Resmi Dilantik, Ketum PSSI Papua Tengah Tancap Gas Benahi Sepak Bola

Baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Tengah, Deinas Geley, langsung memasang target.

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer