Dinkes Papua Tengah Siapkan 60 Ribu Masker Hadapi Dampak Asap Karhutla di Nabire

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen (Batik coklat) saat mengikuti rapat darurat di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen (Batik coklat) saat mengikuti rapat darurat di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM,  NABIRE – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti Nabire turut meningkatkan kewaspadaan Dinas Kesehatan Papua Tengah terhadap potensi gangguan kesehatan masyarakat. Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) menunjukkan adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Papua Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus Chen, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA maupun kualitas udara sebagai langkah antisipasi dampak asap karhutla.

“Menurut data dari SKDR yang kita punya, memang menunjukan ada tren kenaikan kasus ISPA di Papua Tengah, meski saat ini belum tergolong signifikan,” kata Agus Chen dalam rapat darurat bersama merespons hotspot (titik panas) di Nabire, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan pemantauan kasus ISPA dan kualitas udara akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau.

Selain pemantauan, Dinkes Papua Tengah juga memastikan kesiapan logistik kesehatan, mulai dari obat-obatan, vitamin hingga masker. Saat ini tersedia sekitar 23 karton masker tiga lapis.

Setiap karton berisi sekitar 50 boks, sehingga total persediaan mencapai kurang lebih 1.150 boks atau sekitar 60 ribu masker.

“Untuk distribusi, kami akan mulai rutin setiap hari. Kami alokasikan sekitar 1.000 masker per hari di beberapa titik, terutama ruang publik dan fasilitas umum,” ujarnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan obat batuk dan vitamin, Agus memastikan stok di Instalasi Farmasi Provinsi Papua Tengah masih aman dan mencukupi. Distribusi juga akan dikoordinasikan bersama instalasi farmasi kabupaten.

“Untuk ketersediaan obat batuk dan vitamin kami pastikan aman dan mencukupi di instalasi farmasi provinsi. Kami juga akan selalu bekerja sama dengan instalasi farmasi kabupaten,” katanya.

Dinkes Papua Tengah juga menyiapkan armada ambulans untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kondisi darurat akibat paparan asap, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan.

“Kami juga akan menyiapkan armada ambulans dari Dinkes untuk disiagakan penuh, sehingga bisa dilakukan respons cepat apabila ada kasus-kasus darurat seperti sesak napas akut dan lainnya,” jelas Agus.

Terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Nabire, Agus mengatakan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (22/8/2026) tetap dilaksanakan.

Menurutnya, pembatalan secara mendadak sulit dilakukan karena para pedagang telah mempersiapkan dagangan untuk kegiatan tersebut.

“Untuk besok CFD tetap berlangsung. Kami sudah agak terlambat kalau membatalkan karena kasihan mama-mama pedagang sudah menyiapkan jualannya untuk besok,” katanya.

Meski demikian, pelaksanaan CFD pada pekan berikutnya akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dan asap di Nabire.

“Untuk pekan depan kami akan evaluasi melihat situasi dan kondisi. Kalau memang diperlukan, bisa saja ditiadakan sementara demi perlindungan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan CFD Sabtu besok, Dinkes Papua Tengah juga akan melakukan promosi kesehatan dan membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Agus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, termasuk membakar sampah sembarangan. Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga asupan gizi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga gizi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan.

“Jika mengalami batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, dada sesak atau gejala lainnya, segera mendatangi Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
Papua Tengah Ceposonline.com NABIRE