Pemprov Papua Tengah Gandeng AMA Layani Penerbangan Subsidi Enam Rute ke Pegunungan Papua Tengah

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 11:35 WIB
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa  saat melaunching penerbangan Subsidi ke Wilayah Pedalaman Papua Tengah usai Upacara Peringatan HUT RI KE - 81 di halaman kantor Gubernur Papua Tengah, Senin, (17/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa  saat melaunching penerbangan Subsidi ke Wilayah Pedalaman Papua Tengah usai Upacara Peringatan HUT RI KE - 81 di halaman kantor Gubernur Papua Tengah, Senin, (17/8/2026). (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng PT Associated Mission Aviation (AMA) untuk menghadirkan layanan penerbangan subsidi bagi masyarakat di enam wilayah pegunungan Papua Tengah. 

Program tersebut resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) di halaman kantor Gubernur Papua Tengah.

Peluncuran dilakukan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa disaksikan Menteri HAM RI Natalius Pigai dan jajaran Forkopimda Papua Tengah.

Program subsidi angkutan udara ini bertujuan mempermudah akses transportasi masyarakat dari wilayah pegunungan menuju Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah maupun sebaliknya. Layanan penerbangan akan dioperasikan oleh PT AMA menggunakan pesawat Pilatus Porter PC-6.

Berdasarkan informasi layanan yang diumumkan Pemprov Papua Tengah bersama PT AMA, penerbangan subsidi tersebut mulai beroperasi pada 24 Agustus 2026.

Gubernur Meki Nawipa mengatakan, subsidi penerbangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan pelayanan transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau melalui transportasi darat.

“Hari ini, di ulang tahun yang ke-81, negara ini perlu hadir untuk menjamin rakyatnya di atas tanah ini. Maka itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Gubernur, Wakil Gubernur, dan kami semua bersepakat untuk memberikan subsidi penerbangan,” tegas Meki.

Penerbangan subsidi tersebut melayani enam rute pulang-pergi (PP) dari Nabire menuju sejumlah wilayah di Papua Tengah. Rute Nabire–Ilaga (Puncak) dilayani tiga kali seminggu, Nabire–Mulia (Puncak Jaya) tiga kali seminggu, dan Nabire–Bilogai (Intan Jaya) tiga kali seminggu.

Sementara itu, rute Nabire–Enarotali (Paniai), Nabire–Moanemani (Dogiyai), dan Nabire–Waghete (Deiyai) masing-masing dilayani dua kali seminggu.

Dengan adanya layanan ini, masyarakat dari enam wilayah tersebut diharapkan memiliki akses transportasi udara yang lebih mudah dan terjangkau untuk menuju Nabire maupun kembali ke daerah asal.

Meki mengatakan, kebijakan tersebut merupakan upaya pemerintah membuka akses transportasi bagi masyarakat di wilayah pegunungan, sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat menuju ibu kota provinsi.

“Jadi masyarakat mendapatkan pelayanan ini bisa dipakai dengan baik. Ini semua hanya karena Tuhan dan juga karena negara ini memberikan perhatian dan kontribusi untuk menolong masyarakat supaya masyarakat maju,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan masyarakat di wilayah pegunungan juga mendapatkan pelayanan transportasi yang memadai.

“Kita mempermudah transportasi dari kabupaten ke ibu kota provinsi dan begitu juga kembali ke kabupaten,” katanya.

Meki berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan penerbangan subsidi tersebut dengan baik. Menurutnya, kerja sama Pemprov Papua Tengah dengan PT AMA merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan transportasi yang dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.

“Maka itu, pada hari ini tanggal 17 Agustus tahun 2026, kita sudah launching penerbangan subsidi kerja sama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan PT AMA (Associated Mission Aviation) untuk melayani masyarakat, melayani tanpa batas, melayani menembus batas untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat ini,” pungkasnya. 

Meki berharap, hadirnya penerbangan subsidi tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan menjadi solusi untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan Papua Tengah.

Ia juga berharap layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi turut mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan pemerintahan di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi.

“Harapan kami masyarakat bisa menggunakan pelayanan ini dengan baik. Kita ingin masyarakat di kabupaten-kabupaten bisa lebih mudah datang ke ibu kota provinsi, begitu juga kembali ke daerahnya. Ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutup Gubernur Papua Tengah. (*)

Editor : Agung Trihandono
penerbangan subsidi meki nawipa