Masyarakat Adat dan TNI-Polri Berjaga Usai Pengibaran Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI di Waropen

CEPOSONLINE.COM, WAROPEN – Pemerintah Kabupaten Waropen menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Elias Paprindey, Senin (17/8).
Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan kemerdekaan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah tersebut.
Meski sejak pagi langit Waropen diselimuti mendung, seluruh rangkaian upacara berlangsung lancar tanpa hujan. Peserta dari unsur pemerintah daerah, DPRK, TNI-Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, tokoh agama hingga masyarakat mengikuti jalannya upacara dengan tertib.
Bupati Fransiscus Xaverius Mote memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat upacara, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, TNI-Polri, panitia serta seluruh peserta yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Menurut Bupati, keberhasilan pelaksanaan upacara menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat Waropen dalam menghormati perjuangan para pendiri bangsa sekaligus menjaga persatuan Indonesia.
Ada pemandangan berbeda yang menarik perhatian setelah Sang Merah Putih berhasil dikibarkan.
Sejumlah masyarakat adat Kirihi Walai, salah satu masyarakat adat dari wilayah pedalaman Kabupaten Waropen, tampil mengenakan pakaian adat lengkap dengan membawa busur dan anak panah.
Mereka kemudian berdiri berdampingan dengan personel TNI dan Polri pada empat sisi di sekitar tiang Bendera Merah Putih.
Pemandangan tersebut menghadirkan kontras yang kuat. Di satu sisi, personel TNI-Polri berdiri dengan perlengkapan pengamanan modern, sementara di sisi lainnya masyarakat adat berdiri membawa busur dan anak panah sebagai bagian dari identitas serta warisan leluhur.
Namun keduanya berada pada satu titik yang sama: menjaga Merah Putih.



