Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Buka Festival Budaya Papua Tengah, Meki Nawipa Tegaskan Budaya Lebih Berharga dari Emas dan Tembaga

Theresia F. Tekege • Kamis, 25 Juni 2026 | 01:00 WIB
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah saat melakukan foto bersama di acara pembukaan Festival Budaya Pelajar Cahaya Kreasi Papua Tengah tahun 2026 di Bandar Udara Lama Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah saat melakukan foto bersama di acara pembukaan Festival Budaya Pelajar Cahaya Kreasi Papua Tengah tahun 2026 di Bandar Udara Lama Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS PEMPROV) 

CEPOSONLINE. COM, NABIRE – Semarak budaya mewarnai Bandar Udara Lama Nabire saat Festival Budaya Pelajar Cahaya Kreasi Papua Tengah Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, Rabu (24/6/2026). Festival yang diikuti pelajar SMA dan SMK dari delapan kabupaten se-Papua Tengah itu menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas sekaligus meneguhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Papua.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, Penjabat Sekretaris Daerah Papua Tengah dr. Silwanus Sumule, jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, unsur Forkopimda Papua Tengah, serta masyarakat Nabire yang memadati lokasi kegiatan.

Sejak hari pertama pelaksanaan, antusiasme peserta dan masyarakat terlihat begitu tinggi. Para pelajar menampilkan berbagai kreasi budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi dari daerah masing-masing. Hari pertama festival diawali dengan Lomba Tari Kreasi dan Lomba Fashion Show yang menampilkan busana serta unsur budaya khas Papua dari delapan Kabupaten se-Papua Tengah.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Jayapura yang merupakan akademisi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Papua dan seniman aktif yang berpengalaman di bidang seni dan budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa mengatakan bahwa festival budaya bukan sekadar perlombaan atau kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata untuk menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Puji Tuhan, hari ini kita menjadi saksi untuk melanjutkan budaya-budaya orang Papua. Kalau budaya ini tidak kita jaga, maka suatu saat bisa hilang. Karena itu kita bersyukur masih diberi kesempatan menyaksikan Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar SMA dan SMK Papua Tengah Tahun 2026,” ujarnya.

Menurut Meki, melalui festival tersebut pemerintah ingin menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya mengenal asal-usul dan identitas mereka sebagai orang Papua.

“Saya percaya melalui festival ini kita sedang meletakkan fondasi bagi generasi muda untuk mengenali dari mana mereka datang dan siapa mereka sesungguhnya. Budaya menunjukkan identitas kita sebagai orang Papua,” katanya.

Meki menegaskan bahwa budaya merupakan aset yang sangat berharga dan tidak dapat digantikan oleh kekayaan alam apa pun. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda yang akan melanjutkan estafet pembangunan Papua.

“Secara pribadi saya bersyukur karena budaya Papua masih ada. Di banyak negara maju budaya mulai hilang. Padahal budaya ini lebih mahal dari emas dan tembaga yang kita miliki hari ini,” tegasnya.

Ia menilai, kemajuan teknologi dan globalisasi tidak boleh menjadi alasan untuk melupakan budaya sendiri. Sebaliknya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan budaya Papua kepada dunia.

“Kita berada di era digital. Gunakan gadget dan internet untuk hal-hal positif. Jadikan teknologi sebagai alat untuk memperkenalkan kebudayaan Papua Tengah di tingkat nasional bahkan dunia. Dokumentasikan tarian, musik, dan kerajinan yang kalian miliki agar dunia tahu betapa indahnya budaya kita,” ujarnya.

Selain mengajak pelajar mencintai budaya, Meki juga mengingatkan pentingnya menjaga masa depan dengan menjauhi narkoba, minuman keras, dan berbagai perilaku negatif lainnya.

“Kalian adalah motor penggerak pembangunan Papua Tengah. Karena itu saya berpesan, katakan tidak kepada narkoba, tidak kepada minuman keras, dan fokuslah pada prestasi,” kata Nawipa.

Ia berharap festival budaya dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan saling mengenal keberagaman budaya yang ada di Papua Tengah. Menurutnya, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku dan budaya yang dimiliki Papua Tengah.

Menutup sambutannya, Meki mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Menang atau kalah dalam sebuah festival adalah hal biasa. Namun keberanian untuk tampil, belajar, dan melestarikan budaya adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tutupnya.

Festival Budaya Pelajar Cahaya Kreasi Papua Tengah Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan berbagai perlombaan dan pertunjukan seni budaya yang melibatkan pelajar dari delapan kabupaten. 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap semangat pelestarian budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai penerus masa depan Papua. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Papua Tengah #festival #meki nawipa