Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Pemprov Kirim 250 Anak OAP Ikuti Bimbel Sekolah Kedinasan, Peserta: Ini Jalan Menuju Cita-cita Kami

Theresia F. Tekege • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:25 WIB
Peserta Bimbel sekolah Kedinasan saat mengumpulkan administrasi di kantor BKPSDM Papua Tengah, Senin (18/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Peserta Bimbel sekolah Kedinasan saat mengumpulkan administrasi di kantor BKPSDM Papua Tengah, Senin (18/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui BKPSDM mengirim 250 anak Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) sekolah kedinasan sebagai bagian dari persiapan menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi kedinasan.

Program ini mendapat apresiasi dari para peserta yang menilai kegiatan tersebut sebagai kesempatan berharga untuk mempersiapkan diri meraih cita-cita.

Salah satu peserta, Desi Natalia Orisano, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemprov Papua Tengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan melalui program bimbel tersebut.

“Program ini sangat membantu kami, karena bisa mengobarkan semangat dan mewujudkan impian untuk membanggakan orang tua,” ujarnya usai mengumpulkan berkas di kantor BKPSDM Papua Tengah, Senin, (18/5/2026).

Ia menilai program ini membuat peserta semakin percaya diri dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

“Terima kasih kepada Pemprov Papua Tengah yang sudah membuat program ini, sehingga kami anak muda, khususnya anak-anak Papua, bisa lebih semangat dan termotivasi untuk menjadi pemimpin-pemimpin ke depan,” kata Orisano. 

Peserta lainnya, Sadrak Sondegau, siswa SMA Negeri 1 Dogiyai, mengatakan para peserta telah mengikuti sejumlah tahapan, termasuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan berbeda.

Sebagian peserta menjalani pemeriksaan di RSUD Nabire, sementara lainnya di Klinik Gresli Nabire sesuai pembagian kelompok dari panitia.

“Tadi setelah pengumuman dan absen, kami dibagi kelompok. Ada yang ke RSUD Nabire, ada juga ke Klinik Gresli Nabire,” jelasnya.

Ia berharap proses seleksi dapat berjalan transparan dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.

“Harapan saya proses ini harus transparan supaya kami semua bisa punya kesempatan yang sama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa menegaskan bahwa peserta wajib mengikuti tes kesehatan sebelum diberangkatkan ke Jayapura untuk mengikuti bimbel.

Ia menjelaskan seluruh kebutuhan peserta telah disiapkan oleh pemerintah, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga transportasi pulang pergi Nabire–Jayapura.

“Tikеt pulang pergi Nabire–Jayapura, makanan dan minuman mereka, tempat tinggal dan fasilitas lainnya kami siapkan. Mereka hanya fokus bimbel,” katanya.

Denci berharap para peserta dapat mengikuti program dengan disiplin dan sungguh-sungguh agar dapat lolos seleksi sekolah kedinasan dan kembali membangun Papua Tengah.

“Anak-anak harus tetap semangat. Tuhan sertai selalu supaya 5–10 tahun ke depan kalian pulang dan membangun Papua Tengah lebih baik,” pungkasnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Papua Tengah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP) melalui akses pendidikan kedinasan yang lebih terarah dan berkelanjutan. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Papua Tengah #BKPSDM