Di Balik Program Pendidikan Gratis, Pemprov Papua Tengah Siapkan Asrama Terpadu di Delapan Kabupaten

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 13:10 WIB

 

Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi saat diwawancarai. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE).
Kepala Bapperida Papua Tengah, Eliezer Yogi saat diwawancarai. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE).

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan.

Selain melanjutkan program pendidikan gratis, pemerintah juga menyiapkan pembangunan asrama terpadu di delapan kabupaten sebagai solusi pemerataan akses pendidikan di tahun 2026.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
(Bapperida) Papua Tengah, Eliezer Yogi menjelaskan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, selain kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, infrastruktur, sosial, dan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, pembangunan asrama terpadu menjadi langkah strategis untuk menjangkau anak-anak usia sekolah, khususnya di wilayah pegunungan dan daerah dengan keterbatasan akses serta kondisi keamanan yang belum stabil.

“Dengan adanya asrama, anak-anak bisa lebih fokus bersekolah, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses dan tantangan keamanan,” ujar Kepala Bapperida, Eliezer Yogi saat diwawancarai media ini, Senin, (30/3/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan asrama terpadu ini direncanakan tersebar di delapan kabupaten, guna memastikan pemerataan layanan pendidikan bagi wilayah pesisir maupun pegunungan.

Selain itu, pemerintah provinsi juga tetap melanjutkan program pendidikan gratis yang telah berjalan sejak 2025, dengan fokus membantu pembiayaan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa asal Papua Tengah dan pendidikan tingkat Sekolah menengah atas (SMA/SMK) yang gratis.

“ Tahun ini seluruh SMP di Papua Tengah juga akan gratis,” ungkapnya.

Sebagai penguatan program, pemerintah juga mengembangkan konsep Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Program ini memungkinkan siswa belajar sejak pagi hingga sore, sekaligus mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar seperti sarapan, makan siang, dan makanan sore di sekolah.

“ Program SSH ini kami nilai bisa sejalan dengan kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), namun disesuaikan dengan kondisi Papua Tengah,” lugasnya.

Seluruh program tersebut kini telah masuk tahap perencanaan dan akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM di Papua Tengah.

“ Kami juga mohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung program pendidikan ini. Generasi kita harus cerdas untuk Papua Tengah yang lebih baik,” pungkasnya.

Selain pendidikan gratis, Asrama terpadu, dan SSH ini, Ada juga beberapa program pendidikan yang akan dilakukan oleh Dinas pendudukan di tahun 2026 untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak Papua Tengah untuk dapat bersaing dengan anak-anak lainnya di luar Papua Tengah. (*)

Editor : Agung Trihandono
Papua Tengah Ceposonline.com sdm sumber daya manusia Bapperida