Apolo Safanpo Dukung Pendekatan Geokultural untuk Pembangunan Papua Damai dan Berkelanjutan

Yulius Sulo • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 08:06 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat menghadiri Seminar Nasional Papua di Bandung, Selasa (3/11/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL)
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo saat menghadiri Seminar Nasional Papua di Bandung, Selasa (3/11/2026). (CEPOSONLINE.COM/BIRO UMUM PAPSEL) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendukung pendekatan geokultural dalam mewujudkan pembangunan Papua yang damai, bermartabat, dan berkelanjutan. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam Seminar Nasional Papua di Bandung, Selasa (3/11/2026).

 

Kehadiran Gubernur Apolo Safanpo menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap penguatan pemikiran, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

 

Seminar Nasional Papua ini diselenggarakan oleh peserta didik Pendidikan Reguler (Pasis) Dikreg LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Anggaran 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Bandung.

 

Seminar tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, yang sekaligus menjadi pemateri dengan mengangkat tema “Pendekatan Geokultural Multiaktor Kodeterminatif dalam Mewujudkan Pembangunan Papua yang Damai, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”

 

Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi dan karakteristik wilayah Papua yang memiliki keragaman geografis, sosial budaya, ekonomi, ekologis, serta aspek keamanan.

 

Keberagaman tersebut membutuhkan pendekatan pembangunan yang kontekstual dan terintegrasi. Sebab, kebijakan pembangunan tidak dapat diseragamkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat.

 

Dalam kerangka pemikiran seminar, pendekatan Geokultural Multiaktor (GMK) menekankan pentingnya penyesuaian kebijakan pembangunan berdasarkan karakteristik wilayah, penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, serta keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan.

 

Hal ini menjadi penting mengingat pembangunan Papua masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kesenjangan pelayanan dasar, perbedaan akses antardaerah, dinamika keamanan yang tidak merata, serta perlunya penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.

 

Melalui forum tersebut, berbagai unsur diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai hubungan antara pembangunan, stabilitas keamanan, dan perdamaian melalui pendekatan yang proporsional sesuai karakteristik setiap wilayah.

 

Seminar juga membahas pentingnya sinergi multiaktor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga adat, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan Papua.

 

Salah satu substansi penting yang menjadi perhatian adalah penguatan peran Orang Asli Papua dalam penetapan prioritas pembangunan, pengambilan keputusan, pengawasan, evaluasi, hingga penerimaan manfaat pembangunan.

 

Dengan demikian, masyarakat adat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus mendapatkan ruang partisipasi yang bermakna dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya.

 

Kehadiran Gubernur Apolo Safanpo dalam seminar nasional ini sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk mendukung berbagai ruang dialog dan pertukaran gagasan yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan Papua.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, akademisi, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tercipta kesamaan perspektif dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang memperhatikan kondisi geografis, sosial budaya, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

 

Seminar Nasional Papua Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 dilaksanakan melalui pemaparan narasumber, diskusi panel, sesi tanya jawab, dan perumusan pokok-pokok rekomendasi.

 

Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut meliputi terbangunnya pemahaman bersama tentang pentingnya pembangunan Papua yang kontekstual, penguatan sinergi multiaktor, peningkatan partisipasi OAP, serta tersusunnya rekomendasi implementatif untuk pembangunan Papua dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

 

Melalui dukungan dan keterlibatan pemerintah daerah dalam forum strategis seperti ini, diharapkan pembangunan di seluruh wilayah Papua, termasuk Provinsi Papua Selatan, dapat terus diarahkan pada terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, aman, damai, bermartabat, dan berkelanjutan.

 

Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen mendukung kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Papua yang berpihak kepada masyarakat dan berorientasi pada masa depan. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
Ribka Haluk Apolo Safanpo PAPUA SELATAN