7 Tips Membuat Kolam Ikan di Rumah, Kolam Enak Dipandang, dan Bikin Betah di Rumah

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Saat ini pemerintah tengah gencar membangun rumah subsidi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Di Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura saja sudah banyak dibangun rumah subsidi. Dengan DP atau uang muka yang relatif ringan dan cicilan "terjangkau" masyarakat kini mudah memiliki rumah impian.
Rumah subsidi tersebut biasanya "disisakan" ruang yang tidak besar, tergantung dari pemilik rumah. Tidak ada salahnya membuat dekorasi tambahan di pekarangan rumah. Selain menambah fitur di luar rumah, mempunyai kolam ikan juga menambah aktivitas di sekitar rumah karena adanya hewan peliharaan baru yang perlu dijaga.
Membangun kolam ikan di pekarangan rumah bisa menjadi pilihan yang bagus dibandingkan akuarium di dalam rumah. Pasalnya, kolam di luar rumah lebih mudah untuk dirawat.
Namun, membuat kolam ikan tidak sekadar lubang di tanah yang diisi air, tetapi ada beberapa hal yang perlu disiapkan dan dipertimbangkan.
Kolam ikan di rumah makin diminati, apalagi di kawasan urban yang butuh ruang santai. Tapi di banyak kasus, kolam yang dibuat tanpa perencanaan malah jadi keruh, bau, bahkan ikannya mati. Di Indonesia, kondisi cuaca panas dan curah hujan tinggi bikin kualitas air cepat berubah.
Berdasarkan praktek lapangan, masalah paling sering muncul karena sistem sirkulasi air yang kurang optimal. Banyak yang fokus ke desain, tapi lupa teknis dasar.
Nah, sebelum mulai gali tanah atau beli ikan, penting paham dulu cara bikin kolam yang benar.
Kenapa banyak kolam ikan cepat keruh dan tidak sehat?
Kolam ikan yang cepat keruh biasanya disebabkan oleh keseimbangan ekosistem yang tidak terjaga. Air kolam bukan cuma air biasa, tapi harus punya sistem biologis yang mendukung kehidupan ikan.



