CEPOSONLINE.COM, MERAUKE– Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Papua Selatan merupakan proyek strategis nasional yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Untuk mempercepat realisasinya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan di Merauke, Selasa (14/7/2026), sekaligus menyerap aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat adat agar pembangunan berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Rakorda dihadiri Bupati Merauke, Bupati Boven Digoel, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Mappi dan Asmat, serta para ketua masyarakat adat. Pertemuan membahas perkembangan pembangunan KSPEAN, penanganan masyarakat terdampak, dan langkah percepatan pembangunan kawasan secara berkelanjutan.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah mengedepankan dialog dengan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
"Aspirasi yang disampaikan pemerintah daerah maupun masyarakat adat akan diteruskan kepada Presiden sebagai bahan penyusunan kebijakan agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, " kata Zulkifli Hasan.
Menurutnya, pengembangan KSPEAN tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, protein, dan energi nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan Papua terhadap pasokan pangan dari luar wilayah. Keberadaan kawasan ini diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perwakilan masyarakat adat, Fredi Gebze, menyampaikan dukungan terhadap pembangunan KSPEAN.
Ia berharap kawasan tersebut menjadi motor kemajuan Papua Selatan dan mendorong Papua menjadi lumbung pangan di kawasan Asia Pasifik.
Pengembangan KSPEAN dilakukan secara bertahap melalui pembangunan kawasan tanaman pangan seluas 548.059 hektare, pengembangan perkebunan kelapa sawit, tebu, serta peternakan sapi dan kerbau. Program ini juga diproyeksikan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Ketahanan Pangan dan Indeks Ketahanan Energi Nasional hingga 2029.
Usai Rakorda, Menko Pangan bersama jajaran kementerian dan pemerintah daerah meninjau lokasi pembangunan KSPEAN. Sejumlah infrastruktur strategis telah menunjukkan kemajuan, di antaranya pelabuhan pendukung yang telah beroperasi, pembangunan jaringan irigasi yang mencapai 27 persen dari target 110 kilometer, pembangunan infrastruktur pengendali banjir sebesar 30 persen dari target 110 kilometer, serta pembangunan ruas jalan Wanam–Muting sepanjang 35 kilometer dari target 138 kilometer.
Di sektor pertanian, program cetak sawah telah terlaksana sekitar 200–300 hektare. Lahan yang telah ditanami ditargetkan mulai memasuki masa panen pada Oktober hingga Desember 2026 sebagai awal produksi pangan dari kawasan KSPEAN.
Menutup rangkaian kegiatan, Menko Pangan menegaskan percepatan pembangunan KSPEAN merupakan langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, serta memperkuat posisi Papua Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.(*)
Editor : Lucky Ireeuw