Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Lapas Merauke Overkapasitas, 25 Narapidana Dipindahkan 

Yulius Sulo • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:15 WIB
Hendrik. (Sulo/Ceposonline.com)  
Hendrik. (Sulo/Ceposonline.com)  

CEPOSONLINE.COM,  MERAUKE – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke saat ini mengalami kelebihan kapasitas penghuni. 

Dari kapasitas ideal sebanyak 300 orang, jumlah warga binaan yang berada di dalam lapas telah mencapai 562 orang.

Kepala Lapas Klas IIB Merauke Hendrik,  mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memindahkan sekitar 25 narapidana ke Lapas Tanah Merah dalam waktu dekat.

"Kapasitas Lapas Merauke hanya 300 orang, sementara saat ini jumlah penghuni mencapai 562 orang. Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada Kantor Wilayah dan insya Allah pada pertengahan hingga akhir bulan ini akan dilakukan pemindahan sekitar 25 narapidana ke Lapas Tanah Merah setelah koordinasi lebih lanjut," kata Hendrik, di ruang  kerjanya,. Senin  (15/6/2026).   

Hendrik menjelaskan, pihaknya  prioritas akan diberikan kepada Narapidana yang berasal dari wilayah Boven Digoel dan daerah sekitar Tanah Merah. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan keluarga dalam melakukan kunjungan.

"Kami akan memprioritaskan warga binaan yang memang berasal dari Tanah Merah. Jika jumlahnya belum mencukupi, kami akan mempertimbangkan warga binaan dari daerah yang berdekatan agar keluarga tidak mengalami kesulitan saat berkunjung," terangnya.  

Menurutnya, sebagian besar penghuni Lapas berasal dari kasus Narkotika, tindak pidana terhadap perempuan, dan perlindungan anak.

Meski jumlah penghuni melebihi kapasitas, pelayanan kebutuhan dasar warga binaan, termasuk makanan, tetap diberikan sesuai jumlah penghuni yang ada.

Terkait program pembinaan, pihak Lapas memastikan kegiatan pembinaan tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi kondisi overkapasitas. Program yang dilaksanakan meliputi pembinaan kepribadian, pembinaan mental dan rohani melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, serta pembinaan kemandirian.

"Kami akan mencoba mengembangkan tanaman hidroponik seperti sawi dan kangkung agar warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat," tutupnya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#Apolo Safanpo #PAPUA SELATAN