Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Gubernur Apolo Serahkan Sapi Banpres, Beratnya Bikin Takjub

Yulius Sulo • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:23 WIB
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Papua Selatan Sunarjo menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia Pabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Rumenansia Merauke, Selasa (26/5/2026).
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Papua Selatan Sunarjo menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia Pabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Rumenansia Merauke, Selasa (26/5/2026).

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Papua Selatan Sunarjo menyerahkan bantuan hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia Pabowo Subianto di Rumah Potong Hewan (RPH) Rumenansia Merauke, Selasa (26/5/2026).

 

Pertama yang diserahkan adalah bantuan hewan kurban dari Presiden kepada Provinsi Papua Selatan kepada Pengurus Masjid Nur Mujahidin Pasar Wamanggu Merauke, H. Ali Syahbana.

 

Selanjutnya, bantuan hewan kurban kepada Pemerintah Kabupaten Merauke yang diterima bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, selanjutnya diserahkan bupati kepada pengurus Masjid Perumahan Bloreb Merauke.

 

Sunarjo menjelaskan, bantuan hewan kurban bantuan Presiden ini patut disyukuri karena fungsi kurban pada hakikatnya adalah fungsi sosial.

 

‘’Kalau bicara kurban, itu adalah fungsi sosial untuk bagaimana memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita yang ekonomi lebih yang tidak pernah membeli daging, pada waktu Idul Kurban diberikan untuk menikmati bagiannya. Makanya, kalau yang bisa membeli daging menerima bahkan minta itu kebangetan. Yang belum pernah, mari kita berikan kesempatan sebagai pilihan utama dan pertama mereka-mereka ini menerima daging kurban,’’ katanya.

 

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan inti dari penyerahan hewan kurban ini adalah diingatkan kembali untuk memahami bentuk-bentuk pengorbanan dalam kehidupan kita.

 

‘’Itu mungkin yang paling penting bagaimana kita mengupayakan hal-hal baik dan perlu disertai pengorbanan dan inilah inti dari keberadaan kita di sore ini,’’ jelasnya.

 

Merauke sendiri memiliki keunggulan adalah pertanian yang didalamnya termasuk peternakan. Sehingga hewan kurban yang diserahkan tersebut merupakan hasil kerja keras dari peternak di Merauke.

 

‘’Kita bisa lihat bobotnya luar biasa. Tadi saya tanya kepada kepala dinas ketahanan pangan, yang terberat 1,2 ton. Ini sangat berat,’’ jelasnya.

 

Ditambahkan, salah satu perhatian kepada peternak, kedepannya aka nada program-program yang bisa dilaksanakan dan diharapkan peternakan di Kabupaten Merauke dan Papua Selatan bisa menjadi salah satu andalan kedepannya.

 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan Paino menjelaskan, hewan kurban dari Presiden tersebut merupakan Sapi yang paling terberat saat ini di Merauke.

 

Menurutnya, 6 sapi kurban Presiden yang diserahkan untuk Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel seluruhnya sapi yang peternak Merauke.

 

‘’Untuk Kabupaten Asmat menjadi 2 ekor karena kalau 1 ekor dengan bobot 1 ton lebih bisa beresiko di laut. Sehingga dijadikan 2 ekor dengan bobot sekitar 500 kg setiap ekor. Kalau Merauke, Mappi, dan Boven Digoel, termasuk untuk Provinsi Papua Selatan masing-masing 1 ekor sapi kurban,’’ pungkasnya. (*)

 

Editor : Abdel Gamel Naser
#Apolo Safanpo #Ceposonline.com #sapi kurban #PAPUA SELATAN