CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Pemerintah Provinsi Papua Selatan mulai memperkuat penanganan dan pemetaan anak tidak sekolah (ATS) setelah ditemukan sekitar 38 ribu anak usia sekolah di empat kabupaten belum mengenyam pendidikan.
Data tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat membuka Workshop Pendataan, Identifikasi, Penanganan, dan Pemetaan Anak Tidak Sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Selatan di Hotel Halogen Merauke, Rabu (6/5/2026).
“Anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan dalam usia sekolah kurang lebih sekitar 38 ribu lebih, nyaris tembus 40 ribu. Data awal kita sudah ada, tinggal divalidasi dan dikroscek untuk mengukur tingkat akurasinya,” kata Apolo saat membuka workshop yang diselenggarakan Disdik Papua Selatan di Hotel Halogen Merauke, Rabu (6/5/2026).
Dikatakan gubernur, jika anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan ini jumlahnya lebih banyak dari yang mendapat pendidikan, baik formal maupun non-formal maka bisa dibayangkan masa depan bangsa dan generasi.
“Kata orang bijak, kalau mau melihat masa depan suatu bangsa, suatu kaum, atau komunitas, cukup melihat anak-anak mudanya,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, kalau anak-anaknya baik, mengenyam pendidikan yang baik, dengan sistem pendidikan yang baik maka orang bisa memprediksi bahwa kaum ini, komunitas ini, bangsa ini akan menjadi bangsa yang baik dimasa yang akan datang.
Mantan Rektor Uncen ini menegaskan, pendidikan merupakan faktor penting. Saat ini perkembangan sangat cepat, jika tidak dilakukan langkah-langkah kecil saat ini, maka akan tertinggal dengan daerah-daerah yang lain atau negara-negara lain.
Ia juga mengutip pernyataan Nelson Mandela bahwa “pendidikan merupakan senjata paling ampuh untuk mengubah dunia dan peradaban”
Oleh karena itu, diharapkan kegiatan workshop pendataan identifikasi penanganan dan pemetaan ATS akan memberikan manfaat yang optimal bagi pelaku pendidikan di wilayah Provinsi Papua Selatan.
“Kehadiran seluruh peserta dalam workshop ini adalah tanda bahwa semua peduli dengan pendidikan anak-anak dan peduli dengan generasi kedepan”
Berdasarkan data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusdatin Kemendikdasmen) jumlah anak tidak sekolah di Papua Selatan sebanyak 38.732 orang.
Dari 38.732 orang itu meliputi Kabupaten Asmat sebanyak 14.623 orang, Kabupaten Boven Digoel tercatat 4.153 orang, Kabupaten Mappi berjumlah 12.445 orang, dan Kabupaten Merauke terdata 7.511 orang.
Workshop Pendataan Identifikasi Penanganan dan pemetaan anak tidak sekolah yang digelar oleh Disdik Provinsi Papua Selatan itu melibatkan para kepala dinas pendidikan dan kepala sekolah dari empat kabupaten.
Instansi terkait juga dilibatkan dalam workshop tersebut. Pembicara dalam kegiatan tersebut dari Pusdatin Kemendikdasmen Republik Indonesia. (*)
Editor : Elfira Halifa