PSN Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Lokal Papua Pegunungan

Elfira Halifa • Dipublikasikan Jumat, 9 Januari 2026 | 18:23 WIB
Ilustrasi Pangan Lokal. (CANVA)
Ilustrasi Pangan Lokal. (CANVA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di tanah Papua sebagai bagian dari agenda besar pemerataan pembangunan dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

 

Di Papua Pegunungan, PSN sektor pangan menjadi salah satu instrumen utama negara dalam membangun kemandirian ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

 

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan percepatan PSN berjalan termasuk pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare di kawasan Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya.

 

Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menilai kawasan tersebut memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi Kota Wamena, sehingga layak dikembangkan sebagai sentra produksi pangan baru dan masuk dalam PSN.

 

“Kami melihat langsung kesiapan pembukaan lahan di Tulem dan sejumlah wilayah lain. Secara keseluruhan, Jayawijaya ditargetkan memiliki sekitar 2.000 hektare persawahan yang tersebar di beberapa distrik dan seluruhnya dirancang sebagai bagian dari PSN,” kata Ones Pahabol, sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Jumat (9/1/2026).

 

Ia menegaskan program ini merupakan komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali tradisi bertani masyarakat pegunungan yang pernah menjadikan Wamena sebagai lumbung padi.

 

“Sekitar enam puluh tahun lalu, Wamena dikenal sebagai penghasil padi. Semangat itu kami hidupkan kembali agar Papua Pegunungan memiliki stok beras yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

“Ini murni untuk kepentingan rakyat, tidak ada kepentingan politik. Pemerintah hanya meminjam pakai lahan untuk kepentingan bersama,” sambung Ones Pahabol.

Dukungan terhadap PSN juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian Papua Pegunungan Petrus Wenda. Ia menilai PSN sektor pangan menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian daerah.

 

“PSN memberikan kepastian anggaran, pendampingan teknis, dan keberlanjutan program. Ini bukan proyek sesaat, tetapi investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan,” ujarnya.

 

Selain ketahanan pangan, PSN turut menciptakan dampak ekonomi berganda. Proses pembukaan lahan dan pengelolaan persawahan menyerap tenaga kerja lokal, termasuk generasi muda Papua.

 

Pemerintah daerah menargetkan percepatan pembukaan lahan agar penanaman padi segera dilakukan oleh kelompok tani. Percepatan ini dipandang penting agar manfaat PSN dapat segera dirasakan masyarakat secara nyata. (*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Pegunungan Ceposonline.com pangan lokal