Pendapatan Naik Jadi Rp103 Miliar, RSUD Jayapura Tetap Prioritaskan Warga Tak Mampu

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 04:10 WIB
Pasien RSUD Jayapura saat mengantre di loket pendaftaran, Januari 2026. Seiring peningkatan pendapatan BLUD, rumah sakit tetap memprioritaskan pelayanan bagi warga kurang mampu.
Pasien RSUD Jayapura saat mengantre di loket pendaftaran, Januari 2026. Seiring peningkatan pendapatan BLUD, rumah sakit tetap memprioritaskan pelayanan bagi warga kurang mampu.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Jayapura menunjukkan peningkatan.

 

Pendapatan rumah sakit yang sebelumnya berada di kisaran Rp60 miliar hingga Rp80 miliar per tahun, pada tahun anggaran 2025 meningkat menjadi Rp103 miliar.

 

Plt Direktur RSUD Jayapura, dr. Andreas Pekey, mengatakan peningkatan tersebut terjadi dalam periode kepemimpinan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri.

 

"Dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Papua yang mencakup dua tahun anggaran, kita berhasil meningkatkan pendapatan dari Rp80 miliar tembus ke Rp 103 miliar. Tahun ini pun kita targetkan pendapatan BLUD tetap bisa tembus di angka Rp 100 miliar," ujar Andreas, Selasa (22/9/2026).

 

Andreas menegaskan, peningkatan pendapatan BLUD tidak berfokus pada komersialisasi atau pencarian keuntungan semata. 

 

"Seluruh kenaikan pendapatan tersebut dialokasikan kembali untuk membiayai dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Papua," ujarnya.

 

Langkah ini mencakup penggratisan layanan kesehatan bagi pasien miskin dan warga tidak mampu, pembayaran jasa pelayanan secara teratur, pengadaan obat-obatan, rehabilitasi gedung, serta pemeliharaan dan perbaikan alat medis.  

 

"Uang yang kita dapatkan digunakan kembali untuk kepentingan rakyat. Kita perbaiki alat yang kurang, gratiskan pasien yang tidak mampu, dan penuhi operasional pelayanan," jelasnya.  

 

Guna menyesuaikan dengan kebutuhan operasional ideal rumah sakit, pihak manajemen meningkatkan target pendapatan BLUD menjadi Rp 150 miliar.

 

 Menurut Andreas, kebutuhan rata-rata operasional rutin RSUD Jayapura memang berada di kisaran angka tersebut.  

 

Pada tahun berjalan ini, pendapatan diperkirakan berasal dari BLUD sebesar Rp 100 miliar dan dana Otonomi Khusus (Otsus) sekitar Rp 25 miliar, sehingga total dana yang terkumpul mencapai Rp 125 miliar.  

 

"Jika dihitung dari kebutuhan normal kami yang sebesar Rp150 miliar, secara riil masih ada defisit sekitar Rp 30 miliar. Hal ini yang kadang memicu penyesuaian di lapangan karena ada sisa kewajiban atau utang yang harus dijaga keberlangsungannya," tutup Andreas. (*)

Editor : Elfira Halifa
RSUD jayapura Ceposonline.com