Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tak Semua Siswa SMA Dapat Beasiswa Pace, Dinas Pendidikan Papua Jelaskan Kriterianya

Elfira Halifa • Kamis, 9 Juli 2026 | 19:25 WIB
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama.(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama.(CEPOSONLINE.COM/ELFIRA).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, meluruskan persepsi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai Program Beasiswa Pace (Pelajar Cerdas).

 

Ia menegaskan, program tersebut tidak diberikan kepada seluruh siswa SMA di Papua, melainkan hanya diperuntukkan bagi peserta didik pada satuan pendidikan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua.

 

Marthen menjelaskan, sasaran penerima Beasiswa Pace meliputi lima Sekolah Negeri Khusus (SNK) yang dikelola Pemerintah Provinsi Papua serta seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB).

 

Kebijakan tersebut diambil agar alokasi anggaran pendidikan dapat difokuskan pada satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, sekaligus menjamin akses pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

 

"Anak-anak di SLB juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Karena itu mereka menjadi bagian dari program ini," ujar Marthen, Kamis (9/7/2026).

 

Selain peserta didik di sekolah khusus, Program Beasiswa Pace juga diberikan kepada pelajar berprestasi di bidang olahraga yang tetap mampu mempertahankan prestasi akademik.

 

Pemerintah Provinsi Papua berharap dukungan biaya pendidikan dan uang saku dapat membantu para atlet muda mengembangkan potensinya tanpa harus mengabaikan pendidikan formal.

 

"Pemerintah ingin memastikan para atlet muda Papua dapat fokus belajar sekaligus berlatih tanpa terbebani biaya pendidikan," katanya.

 

Menurut Marthen, Program Beasiswa Pace merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi Papua dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan.

 

Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan kepada kelompok sasaran yang benar-benar menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

 

Ia juga mengimbau masyarakat agar memahami ketentuan penerima manfaat sesuai pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

 

Dengan demikian, tidak muncul anggapan bahwa seluruh siswa SMA di Papua secara otomatis berhak menerima Beasiswa Pace.

 

"Seluruh pelaksanaan program dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh kelompok sasaran," tegasnya. (*)

 

Editor : Elfira Halifa
#papua #Ceposonline.com #Beasiswa