Wali Kota Sorong Serahkan Bantuan untuk 12 Suku Asli Papua, Sasar UMKM dan Pendidikan

Norma Fauzia Muhammad • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:13 WIB
Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., MPA., saat memberikan bantuan kepada 12 suku asli Papua di Kota Sorong untuk mendukung pengembangan UMKM. (Ceposonline.com/FAUZIA) 
Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., MPA., saat memberikan bantuan kepada 12 suku asli Papua di Kota Sorong untuk mendukung pengembangan UMKM. (Ceposonline.com/FAUZIA) 

PAPUABARATDAYAPOST.COM, SORONG– Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H., MPA., menghadiri kegiatan pemberian bantuan kepada 12 suku asli Papua di Kota Sorong. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta membantu kebutuhan di bidang pendidikan.

 

Dalam kegiatan tersebut, Septinus Lobat didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Otsus Very M.R. Kambuaya, S.E., dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong Tamrin Tajuddin, S.T., M.M.

 

Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong Hendrikus Nomor, S.E., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong mengatakan pemberian bantuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam mendukung masyarakat Kota Sorong.

 

Ia berharap bantuan bagi pelaku UMKM dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, menambah modal, meningkatkan produksi, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga.

 

“UMKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha,” ujar Septinus.

 

Selain sektor ekonomi, perhatian juga diberikan kepada bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan generasi penerus.

 

Setiap anak, kata dia, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

 

Septinus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Sorong yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang.

 

“Kota Sorong adalah rumah kita bersama. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun Kota Sorong secara bersama-sama,” katanya.

 

Ia berharap Forum Lintas Suku Asli Papua Raya Kota Sorong dapat terus menjadi wadah yang mempererat tali persaudaraan, membangun komunikasi yang baik, serta menghadirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Menurut Septinus, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan.

 

Kepada para penerima bantuan, ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Bantuan yang diterima, kata dia, tidak semata-mata dilihat dari nilai atau jumlahnya, tetapi sebagai bentuk kepercayaan, perhatian, dan kepedulian.

 

“Manfaatkan bantuan ini dengan penuh tanggung jawab sehingga benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan keluarga dan masa depan kita,” pesannya.

 

Wali Kota Sorong juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Lintas Suku Asli Papua Raya Kota Sorong atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu masyarakat.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, saling membantu, dan bergandengan tangan mewujudkan Kota Sorong yang maju, aman, sejahtera, dan bermartabat.(*)

Editor : Lucky Ireeuw
kota sorong papua barat daya sorong