Duka Mendalam, 11 Korban Kebakaran Paniai Dimakamkan Bersama di Nabire

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 12:09 WIB
11 Korban Kebakaran di Paniai saat dimakamkan di Nabire. (CEPOSONLINE.COM/Humas Polres Paniai For Cepos) 
11 Korban Kebakaran di Paniai saat dimakamkan di Nabire. (CEPOSONLINE.COM/Humas Polres Paniai For Cepos) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Duka mendalam menyelimuti Pemakaman Baru Samabusa, Kabupaten Nabire, Rabu (9/9/2026). Sebanyak 11 korban kebakaran maut di Kabupaten Paniai dimakamkan secara bersama dalam satu liang lahat, diiringi tangis dan isak keluarga serta kerabat.

Sebelum dimakamkan, seluruh jenazah terlebih dahulu menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah diberangkatkan menuju Nabire dan tiba sekitar pukul 07.00 WIT.

Kapolres Paniai AKBP Roycke Hendrik Fransico Betaubun mengatakan, setibanya di Nabire, seluruh jenazah disemayamkan dan dishalatkan di salah satu masjid di kawasan Samabusa sebelum kemudian dimakamkan.

“Jadi tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIT dengan pengawalan personel kita, jenazah tiba di Kabupaten Nabire dan disemayamkan serta disholatkan di salah satu masjid di Samabusa. Lalu tadi pukul 11.15 WIT dilakukan pemakaman, seluruhnya dimakamkan dalam satu liang lahat,” ujar AKBP Betaubun.

Sebelas korban yang berhasil diidentifikasi yakni Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28) yang merupakan istri Hasyim, serta Herlina (30), istri Wandi.

Sementara itu, enam korban lainnya merupakan anak-anak. Mereka yakni Aska (9), Abie (6), dan Adit (5), yang merupakan anak Wandi. Kemudian Ardi (9), Icha (6), dan Ai Yusuf (2), yang merupakan anak Hasyim.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Keluarga, kerabat, dan warga setempat tampak mengiringi kepergian para korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Kapolres Paniai menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sejak proses evakuasi, identifikasi hingga pemakaman para korban.
“Tadi proses pemakaman berjalan dengan lancar dan seluruh rangkaian dapat dilaksanakan dengan baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, termasuk keluarga dan masyarakat yang turut mengawal proses pemakaman,” katanya.

Ia juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam musibah tersebut.
“Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya.

Kebakaran maut tersebut terjadi di kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (8/9/2026).
Dalam peristiwa itu, sebanyak 48 rumah dan kios dilaporkan terbakar. Kebakaran juga menyebabkan 11 orang meninggal dunia, termasuk enam anak-anak.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui fakta dan kronologi di balik peristiwa yang merenggut 11 nyawa tersebut. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
kebakaran Papua Tengah Ceposonline.com paniai