Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polres Paniai Bangun Posko Kemanusiaan Korban Kebakaran, Kapolres: Kami Siapkan Logistik hingga Trau

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Nampak Posko kemanusiaan yang didirikan Polres Paniai dan Forkopimda di Paniai. (CEPOSONLINE.COM/KAPOLRES PANIAI FOR CEPOS) 
Nampak Posko kemanusiaan yang didirikan Polres Paniai dan Forkopimda di Paniai. (CEPOSONLINE.COM/KAPOLRES PANIAI FOR CEPOS) 

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  — Pasca kebakaran yang melanda kawasan Pasar Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, perhatian Mapolres Paniai bersama  pemerintah dan aparat TNI kini tertuju pada warga yang kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.


Polres gandeng TNIdan Pemerintah Kabupaten Paniai bergerak bersama menangani para pengungsi. Selain memastikan kebutuhan makanan dan perlengkapan dasar, tim gabungan juga memberikan pendampingan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak dan perempuan.

Kapolres Paniai AKBP Roycke Hendrik Fransico Betaubun mengatakan, penanganan pengungsi dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP, serta tenaga medis dari RSUD Paniai.

Advertisement

“Kami bersama TNI dan pemerintah daerah bergerak cepat untuk menangani masyarakat yang menjadi korban kebakaran dan mengungsi. Personel sudah kami turunkan untuk memastikan keselamatan warga serta kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi,” kata AKBP Betaubun kepada media ini, Rabu (9/9/2026).

Dalam penanganan tersebut, sebanyak 80 personel Polres Paniai dikerahkan dan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Paniai AKP Nus Sahetapy, S.H. Dari Kodim 1703/Paniai, sebanyak 15 personel Koramil Paniai Timur turut diterjunkan di bawah pimpinan Danramil Kapten Inf Eko Warsito.

Penanganan juga didukung lima personel BPBD, tiga personel Satpol PP, serta satu unit ambulans dengan dua tenaga medis dari RSUD Paniai.

Advertisement

“Semua unsur kami libatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Satpol PP, dan tenaga medis bersama-sama melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran,” ujarnya.

Kapolres menyebutkan, saat ini diperkirakan terdapat 150 hingga 200 warga yang mengungsi. Mereka tersebar di tiga titik utama, yakni masjid, Polsek Paniai Timur, dan Posko Pengungsian Polres Paniai. Sebagian warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

“Untuk jumlah pengungsi diperkirakan sekitar 150 sampai 200 orang. Mereka tersebar di beberapa titik dan sebagian lainnya tinggal sementara di rumah keluarga atau kerabat,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus menyalurkan makanan siap santap kepada para pengungsi. Meskipun tidak didirikan dapur umum khusus di halaman Polsek Paniai Timur, kebutuhan pangan warga tetap dipastikan terpenuhi.

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Hari Mengungsi, Warga Kanami Hanya Berharap Pemerintah Datang

Tiga Hari Mengungsi, Warga Kanami Hanya Berharap Pemerintah Datang

Warga Kampung Kanami, Distrik Assue, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, berharap pemerintah daerah segera turun tangan membantu korban kebakara

Pemkab Siapkan Bantuan Kayu dan Seng untuk Korban Kebakaran Wanam 

Pemkab Siapkan Bantuan Kayu dan Seng untuk Korban Kebakaran Wanam 

Pemerintah daerah menyiapkan bantuan material bangunan untuk meringankan beban warga yang rumahnya terbakar di Wanam, Kampung Wogikel, Distr

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Seorang Guru SMP Negeri 1 Kimaam Ludes

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Seorang Guru SMP Negeri 1 Kimaam Ludes

Satu unit rumah milik seorang guru SMP Negeri 1 Kimaam di Kampung Kiworo, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, ludes terbakar pada Senin (19/1

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer