Semarak HUT ke-81 RI di Kabupaten Paniai Diwarnai Berbagai Kegiatan Meriah 

Agung Trihandono • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:06 WIB
Bupati Paniai Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek saat menyerahkan laptop sebagai bentuk apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah sukses melaksanakan tugas pengibaran bendera merah putih, pada Senin (17/8/2026) 
(CEPOSONLINE.COM/Humas Pemkab Paniai) 
Bupati Paniai Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek saat menyerahkan laptop sebagai bentuk apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah sukses melaksanakan tugas pengibaran bendera merah putih, pada Senin (17/8/2026)  (CEPOSONLINE.COM/Humas Pemkab Paniai) 

CEPOSONLINE.COM,PANIAI - Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, terasa begitu kuat. Selama hampir dua pekan, berbagai kegiatan digelar untuk menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 
   
Lapangan olahraga, jalan raya, ruang pendidikan, hingga rumah-rumah makan menjadi bagian dari semarak perayaan kemerdekaan tahun ini. Bukan sekadar pertandingan dan perlombaan, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, mendorong potensi pangan lokal, serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Dari GOR Odiyai, Semangat Kemerdekaan Dimulai

Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada 4 Agustus 2026 di Gelanggang Olahraga atau GOR Odiyai Paniai. Pertandingan futsal putra dan putri menjadi pembuka. Puluhan tim ikut ambil bagian dan menjadikan arena pertandingan penuh dengan semangat kompetisi serta dukungan para suporter.

Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Paniai, Soleman Boma, dalam laporannya menyampaikan bahwa selain futsal, panitia juga menyiapkan pertandingan bulu tangkis, gerak jalan, lomba masakan lokal, serta cerdas cermat tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Untuk lomba Futsal diikuti 38 regu putra dan 22 regu putri. 

Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek, saat membuka  seluruh rangkaian kegiatan, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas. Ia juga meminta wasit dan perangkat pertandingan menjalankan tugas secara netral.

Pembukaan ditandai dengan tendangan bola ke gawang oleh Wakil Bupati Paniai, Ham Yogi, SE. Suasana semakin meriah ketika berlangsung pertandingan ekshibisi antara tim Bupati dan tim Wakil Bupati yang diperkuat gabungan pimpinan OPD, instansi, badan, serta unsur TNI dan Polri.

Usai futsal, semangat kemerdekaan berlanjut melalui pertandingan bulu tangkis. Pertandingan yang mulai digelar pada 5 Agustus 2026 tersebut berlangsung di Gelanggang Olahraga Afri Jaya, Kompleks Pasar Enarotali.

Suasana lebih meriah teradap pada saat lomba gerak jalan pada 13 Agustus 2026. Berbagai regu dari instansi dan perangkat daerah berlangsung meriah. Sejak pagi, peserta mulai memenuhi jalur yang telah ditentukan. Pada hari yang sama juga digelar lomba masakan khas Paniai.

Lomba ini lahir dari arah kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat melalui pangan lokal. Bupati Paniai, Yampit Nawipa, melihat bahwa makanan lokal bukan hanya persoalan cita rasa, tetapi juga menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama yang berjualan di pasar Enarotali.

Melalui kebijakan pemerintah daerah, rumah makan dan warung makan di Paniai diwajibkan menyediakan menu masakan khas lokal setiap hari Kamis.

"Jadi setiap hari Kamis tetap masak pangan lokal, yang tidak masak denda satu juta. Makanan lokal ada daun Ubi, ada Labu Jepang, ada labu, tidak boleh ada kangkung, tidak boleh ada daun pepaya,yang kota kota punya kita tidak pake hari Kamis, semua pangan lokal.” ujar Bupati Yampit Nawipa.

Bupati bahkan turun langsung bersama Wakil Bupati dan panitia untuk melihat serta menilai rumah makan dan warung yang mengikuti lomba di Kota Madi dan Enarotali. Bagi Paniai, ini bukan sekadar soal makanan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan pangan lokal dengan ekonomi masyarakat.

Dari Lapangan, Beralih ke Ruang Pendidikan

Semarak kemerdekaan kemudian berlanjut di dunia pendidikan. Pada 15 Agustus 2026, panitia menggelar lomba cerdas cermat tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat di Aula Dinas Pendidikan Paniai. Lomba cerdas cermat ini menjadi penutup rangkaian perlombaan HUT RI ke-81 di Kabupaten Paniai.
 
17 Agustus, Sang Merah Putih Berkibar

Pada 17 Agustus 2026, halaman Kantor Bupati Paniai dipenuhi masyarakat yang datang menyaksikan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Saat Sang Merah Putih perlahan dikibarkan, suasana berubah menjadi penuh penghayatan.

Usai upacara, pemerintah daerah melalui panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai pertandingan dan perlombaan. Mulai dari pemenang lomba masakan khas Paniai, futsal, bulu tangkis, gerak jalan, hingga cerdas cermat.

Bupati Yampit Nawipa menyampaikan apresiasi kepada para pemilik rumah makan dan warung yang telah berpartisipasi dalam lomba masakan khas Paniai. "Jadi, yang kemarin saya sita nasi, saya sudah ganti uang, belum dapat ka uangnya? kalau belum dapat saya kasi sekarang? tapi, saya sudah kasih dari kemarin, pas saya ambil nasinya, sorenya saya sudah ganti nasinya. Ya itu untuk peringatan, jadi kalau besok tidak ada ganti rugi, kita langsung kalau mau sita.” tegas Bupati Yampit Nawipa.

Kejutan Doorprize untuk Masyarakat

Panitia HUT RI ke-81 juga menyiapkan lebih dari 200 hadiah doorprize untuk masyarakat.
Hadiah tersebut terdiri dari berbagai barang kebutuhan, mulai dari peralatan dapur, 12 sepeda untuk anak-anak maupun dewasa, selimut, kelambu, setrika, payung, speaker aktif hingga tas pinggang.

Panitia juga menyediakan doorprize utama berupa uang tunai senilai total Rp30 juta yang dikemas dalam 20 amplop. Sepuluh amplop masing-masing berisi Rp1 juta, sedangkan sepuluh amplop lainnya berisi Rp1,5 juta.

Perayaan kemerdekaan pun terasa semakin dekat dengan warga. Bukan hanya pemerintah yang merayakan, tetapi masyarakat juga ikut merasakan kegembiraan dari rangkaian HUT RI ke-81.

Laptop untuk Paskibra, Penghargaan bagi Generasi Muda

Ketua Panitia HUT RI ke-81, Soleman Boma, menyampaikan penghargaan kepada para anggota Paskibra dan para pelatih yang telah mempersiapkan mereka hingga sukses menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih.

 Ia berharap para pelajar tersebut terus berkembang dan menjadi generasi yang memiliki karakter baik serta mampu membawa perubahan bagi Paniai dan Papua Tengah di masa depan.

"Mereka telah menjalakan dengan penuh rasa tanggungjawab sebagai anak anak bangsa. Kami yakin dan percaya bahwa mereka akan terus berkembang dan mampu membawa perubahan perubahan di masa yang akan datang,” ungkapnya. 
 
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Paniai memberikan satu unit laptop kepada setiap anggota Paskibra. Laptop tersebut diserahkan oleh Bupati Paniai, Wakil Bupati, Kapolres, serta pejabat daerah kepada para anggota Paskibra.

Bagi para pelajar itu, laptop bukan sekadar hadiah. Ia menjadi tanda bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan pengabdian mereka pada peringatan kemerdekaan mendapat penghargaan.

Dari lapangan olahraga, jalan raya, dapur-dapur yang menyajikan pangan lokal, ruang pendidikan, hingga barisan Paskibra—semuanya menyatu dalam satu cerita besar tentang bagaimana Paniai merayakan kemerdekaan.

HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Paniai akhirnya bukan hanya menjadi rangkaian pertandingan dan perlombaan. Ia menjadi ruang untuk bersatu, bergerak, memberdayakan potensi lokal, menghargai generasi muda, dan membangun kebersamaan.

Dari Paniai, semangat kemerdekaan terus digaungkan. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur—menuju hari esok yang cerah. “Awetako Enaa Agapida.” (*)

Editor : Agung Trihandono
HUT RI- PAPUA Ceposonline.com paniai