
CEPOSONLINE.COM,PANIAI - Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, terasa begitu kuat. Selama hampir dua pekan, berbagai kegiatan digelar untuk menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lapangan olahraga, jalan raya, ruang pendidikan, hingga rumah-rumah makan menjadi bagian dari semarak perayaan kemerdekaan tahun ini. Bukan sekadar pertandingan dan perlombaan, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, mendorong potensi pangan lokal, serta memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Dari GOR Odiyai, Semangat Kemerdekaan Dimulai
Rangkaian kegiatan resmi dibuka pada 4 Agustus 2026 di Gelanggang Olahraga atau GOR Odiyai Paniai. Pertandingan futsal putra dan putri menjadi pembuka. Puluhan tim ikut ambil bagian dan menjadikan arena pertandingan penuh dengan semangat kompetisi serta dukungan para suporter.
Ketua Panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Paniai, Soleman Boma, dalam laporannya menyampaikan bahwa selain futsal, panitia juga menyiapkan pertandingan bulu tangkis, gerak jalan, lomba masakan lokal, serta cerdas cermat tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat. Untuk lomba Futsal diikuti 38 regu putra dan 22 regu putri.
Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek, saat membuka seluruh rangkaian kegiatan, mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas. Ia juga meminta wasit dan perangkat pertandingan menjalankan tugas secara netral.
Pembukaan ditandai dengan tendangan bola ke gawang oleh Wakil Bupati Paniai, Ham Yogi, SE. Suasana semakin meriah ketika berlangsung pertandingan ekshibisi antara tim Bupati dan tim Wakil Bupati yang diperkuat gabungan pimpinan OPD, instansi, badan, serta unsur TNI dan Polri.
Usai futsal, semangat kemerdekaan berlanjut melalui pertandingan bulu tangkis. Pertandingan yang mulai digelar pada 5 Agustus 2026 tersebut berlangsung di Gelanggang Olahraga Afri Jaya, Kompleks Pasar Enarotali.
Suasana lebih meriah teradap pada saat lomba gerak jalan pada 13 Agustus 2026. Berbagai regu dari instansi dan perangkat daerah berlangsung meriah. Sejak pagi, peserta mulai memenuhi jalur yang telah ditentukan. Pada hari yang sama juga digelar lomba masakan khas Paniai.
Lomba ini lahir dari arah kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong potensi ekonomi masyarakat melalui pangan lokal. Bupati Paniai, Yampit Nawipa, melihat bahwa makanan lokal bukan hanya persoalan cita rasa, tetapi juga menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama yang berjualan di pasar Enarotali.
Melalui kebijakan pemerintah daerah, rumah makan dan warung makan di Paniai diwajibkan menyediakan menu masakan khas lokal setiap hari Kamis.
"Jadi setiap hari Kamis tetap masak pangan lokal, yang tidak masak denda satu juta. Makanan lokal ada daun Ubi, ada Labu Jepang, ada labu, tidak boleh ada kangkung, tidak boleh ada daun pepaya,yang kota kota punya kita tidak pake hari Kamis, semua pangan lokal.” ujar Bupati Yampit Nawipa.
Bupati bahkan turun langsung bersama Wakil Bupati dan panitia untuk melihat serta menilai rumah makan dan warung yang mengikuti lomba di Kota Madi dan Enarotali. Bagi Paniai, ini bukan sekadar soal makanan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan pangan lokal dengan ekonomi masyarakat.



