CEPOSONLINE.COM, PANIAI - Semangat kemerdekaan kembali terasa di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Memasuki bulan Agustus, suasana daerah mulai dipenuhi berbagai aktivitas.
Lapangan olahraga menjadi tempat bertanding, jalan-jalan kota menjadi ruang kebersamaan, sementara makanan khas Paniai mendapat tempat tersendiri dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Paniai menggelar sejumlah pertandingan dan perlombaan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Paniai, Yampit Nawipa, Amd.Tek, di Gelanggang Olahraga (GOR) Odiyai Paniai, Selasa, 4 Agustus 2026.
Pertandingan futsal menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Namun, sebelum bola bergulir, Bupati Yampit terlebih dahulu menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta, wasit, dan dewan juri.
Sportivitas dan kejujuran, menurutnya, harus menjadi bagian utama dalam setiap pertandingan dan perlombaan.
“Saya menegaskan di sini agar semua peserta maupun wasit tetap menjaga sportivitas dan netral dalam bertanding.”
Pesan tersebut kemudian ditandai dengan tendangan bola ke gawang oleh Wakil Bupati Paniai, Ham Yogi, SE, sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Suasana pembukaan semakin meriah ketika berlangsung pertandingan ekshibisi antara tim Bupati dan tim Wakil Bupati Paniai. Kedua tim diperkuat oleh gabungan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi, badan, serta unsur pimpinan TNI dan Polri.
Dari lapangan futsal, semangat kemerdekaan kemudian bergerak ke cabang olahraga lainnya.
Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Paniai, Soleman Boma, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah pertandingan dan perlombaan yang disiapkan untuk masyarakat.
Pertandingan futsal putra dan putri diikuti oleh 40 tim. Selanjutnya, pertandingan bulu tangkis atau badminton mulai digelar pada 5 Agustus 2026.
Tidak berhenti pada olahraga, panitia juga menyiapkan lomba gerak jalan, lomba masakan khas Paniai, serta cerdas cermat bagi para pelajar.
Gerak jalan dilaksanakan pada 13 Agustus 2026 dan diikuti 40 regu. Setelah itu, perhatian beralih kepada lomba yang cukup berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya: masakan khas Paniai.
Di sinilah perayaan kemerdekaan mengambil warna yang berbeda.
Jika biasanya kemerdekaan dirayakan dengan olahraga dan berbagai permainan, tahun ini Pemerintah Kabupaten Paniai membawa cita rasa lokal ke tengah semarak perayaan HUT RI.
Lomba masakan khas Paniai bukan sekadar perlombaan untuk mencari hidangan terbaik. Di baliknya terdapat harapan pemerintah untuk menghidupkan kembali pangan lokal sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya mama-mama yang selama ini berjualan di pasar Enarotali.
Pemerintah juga mengimbau rumah makan dan warung makan di Paniai untuk menyediakan makanan khas Paniai setiap hari Kamis.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan perputaran ekonomi. Ketika bahan pangan lokal dibeli dan diolah menjadi makanan, maka hasil jual beli itu kembali dirasakan oleh masyarakat.
Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui penilaian langsung.
Bupati Yampit bersama Wakil Bupati Ham Yogi dan tim panitia turun mengunjungi sejumlah rumah makan dan warung yang berada di kawasan Kota Madi dan Enarotali. Mereka melihat secara langsung menu yang disediakan sekaligus menilai peserta yang mengikuti lomba.
Dari meja makan, semangat kemerdekaan kembali bergerak menuju dunia pendidikan.
Panitia HUT ke-81 juga menggelar lomba cerdas cermat antar-SD, SMP, dan SMA sederajat pada 15 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan Paniai tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan pengetahuan dan kemampuan mereka.
Lomba cerdas cermat sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Paniai.
Jika dirangkum, terdapat lima agenda utama yang mewarnai perayaan tahun ini: dua pertandingan olahraga, yakni futsal dan bulu tangkis, serta tiga perlombaan, yaitu gerak jalan, masakan khas Paniai, dan cerdas cermat.
Namun, di balik seluruh pertandingan dan perlombaan itu terdapat pesan yang jauh lebih besar.
Kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni. Kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui sportivitas di lapangan, kecintaan terhadap budaya dan pangan lokal, kepedulian terhadap ekonomi masyarakat, serta semangat mencerdaskan generasi muda.
Dari GOR Odiyai, dari jalan-jalan Kota Enarotali dan Madi, dari dapur-dapur yang menyajikan makanan khas Paniai, hingga ruang pendidikan tempat para pelajar menguji pengetahuan—semuanya menjadi bagian dari satu cerita.
Cerita tentang Paniai yang ikut merayakan 81 tahun Indonesia merdeka.
Sebuah harapan pun kembali digaungkan: Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, menuju hari esok yang cerah—Awetako Enaa Agapida.(*)
Editor : Agung Trihandono