CEPOSONLINE.COM - Bunyi kelotok dari area CVT saat motor matic digas jangan langsung dianggap sebagai masalah roller atau kampas ganda.
Melansir dari laman radarbogor pemilik motor perlu memeriksa sejumlah komponen, mulai dari bearing pulley belakang, as pulley, hingga rumah roller.
Pemeriksaan ini penting agar kerusakan CVT tidak berulang meskipun bearing sudah diganti.
Dalam pembahasan di kanal YouTube rumput teki, dijelaskan pentingnya memeriksa kondisi as pulley sebelum mengganti bearing.
Pasalnya, bearing yang kembali oblak bisa disebabkan dudukannya sudah aus sehingga komponen baru tidak dapat terpasang dengan stabil.
1. Periksa Bearing Pulley Belakang
Salah satu penyebab bunyi kelotok saat motor digas adalah bearing atau laher pulley belakang yang sudah oblak. Untuk memastikannya, bagian CVT perlu dibongkar dan diperiksa secara langsung.
Perhatikan apakah bearing masih berputar normal atau sudah terasa longgar. Jika ditemukan kelonggaran, jangan terburu-buru menggantinya sebelum memeriksa bagian dudukannya.
2. Cek Kondisi As Pulley dan O-Ring
As pulley menjadi bagian penting yang tidak boleh dilewatkan. Jika permukaannya sudah memiliki garis atau bekas gesekan akibat bearing yang bergerak, pemasangan bearing baru saja belum tentu menyelesaikan masalah.
Pada beberapa model, terdapat O-ring yang membantu menjaga posisi bearing. Pastikan karet tersebut tidak getas, rusak, atau kehilangan kemampuan menahan komponen.
Kondisi O-ring yang bermasalah dapat membuat bearing lebih mudah mengalami kelonggaran.
3. Perhatikan Kondisi Kampas Ganda
Bunyi dari area CVT juga bisa berkaitan dengan komponen kampas ganda. Periksa apakah terdapat keausan atau pergerakan yang tidak normal pada bagian tersebut.
Apabila kampas ganda masih menunjukkan adanya pergerakan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan bunyi cetak-cetek, terutama ketika motor mulai berjalan.
4. Periksa Rumah Roller dan Kondisi Roller
Rumah roller yang memiliki garis atau bekas gesekan juga perlu diperiksa. Keausan pada bagian ini berpotensi mengganggu pergerakan roller dan memengaruhi respons tenaga motor.
Jangan lupa memperhatikan kondisi roller. Komponen yang aus atau memiliki permukaan tidak rata sebaiknya dievaluasi agar kinerja sistem CVT tetap optimal.
5. Jangan Asal Mengganti Bearing
Tips paling penting adalah memastikan sumber kerusakan sebelum membeli komponen pengganti.
Jika dudukan bearing pada as pulley sudah aus, mengganti bearing saja berisiko membuat masalah kembali muncul.
Untuk mengurangi pergerakan bearing, dapat dilakukan penanganan khusus dengan alat bantu dan mempertimbangkan penggunaan O-ring tambahan.
Namun, cara tersebut bukan pengganti permanen untuk as pulley yang sudah rusak parah. Penggantian komponen tetap perlu dilakukan apabila tingkat keausannya sudah melewati batas.
Pemeriksaan CVT Berkala Bisa Mencegah Kerusakan Berulang
Bagi pengguna motor matik, bunyi kelotok saat digas sebaiknya menjadi tanda untuk segera memeriksa area CVT.
Jangan hanya mengandalkan suara atau rasa tarikan karena beberapa kerusakan baru bisa diketahui setelah komponen dibongkar.
Dengan memeriksa semua komponen secara menyeluruh, sumber masalah dapat diketahui lebih tepat dan cepat.
Bagi pengguna motor matik, bunyi kelotok saat digas sebaiknya menjadi tanda untuk segera memeriksa area CVT.
Jangan hanya mengandalkan suara atau rasa tarikan karena beberapa kerusakan baru bisa diketahui setelah komponen dibongkar.
Dengan memeriksa semua komponen secara menyeluruh, sumber masalah dapat diketahui lebih tepat dan cepat. (*)