Herri Pras Dihajar Petarung MMA usai Ajak Duel Pembela UAH dan Habib Umar

Agung Trihandono • Dipublikasikan Selasa, 3 November 2026 | 04:44 WIB
Potongan gambar Herri Pras saat didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang (Instagram Fuad Bakh)
Potongan gambar Herri Pras saat didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang (Instagram Fuad Bakh)

CEPOSNONLINE.COM,JAYAPURA - Konten kreator, Herri Pras viral setelah rumahnya didatangi petarung MMA Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang menyusul polemik tantangan duel yang disampaikannya di media sosial. Herry sempat berdebat hingga ditendang oleh salah satu orang yang menggeruduknya ke rumah.

Dilansir Jawapos.com, perselisihan tersebut berkaitan dengan pernyataan Herri Pras mengenai pembelaan terhadap sejumlah tokoh agama, termasuk Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Adi Hidayat (UAH), dan Habib Umar bin Hafiz. 

Dalam video yang beredar, Herri meminta pembuktian terlebih dahulu mengenai kapasitas tokoh-tokoh yang dibela sebelum pertarungan dilakukan. Polemik bermula dari pernyataan Herri Pras di media sosial yang kemudian direspons petarung MMA Yudi Cahyadi. Dalam video yang beredar, Yudi menyebut Herry dengan julukan Al-Kaburi atau tukang kabur.

Yudi juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya diselesaikan dengan menantang ulama bertarung. Menurutnya, kemampuan bertarung bukanlah keahlian yang seharusnya dituntut dari seorang ulama.

Herri membantah pernah menantang Habib Husein Abdul Somad untuk bertarung. Ia justru mempertanyakan kapan dirinya menyampaikan penolakan terhadap tantangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Herri mengaitkan tantangan duel dengan persoalan kredibilitas tokoh agama yang dibela pihak lawannya. Ia menyebut pembuktian mengenai kapasitas keilmuan para tokoh tersebut harus dilakukan sebelum pertarungan berlangsung.

"Kita buktikan dulu bahwa Umar Hafiz benar-benar ahli hadis dan ahli Quran," ujarnya, dikutip Senin (2/11). Video tersebut juga memuat cuplikan pernyataan UAH mengenai tawaran membiayai seseorang untuk mendatangi tempat Habib Umar guna melakukan penelitian secara menyeluruh.

Pernyataan itu kemudian dijadikan alasan oleh Herri untuk meminta pembuktian atas ucapan tersebut. Dalam videonya, Herri menekankan agar janji dan pernyataan yang telah disampaikan kepada publik tidak diingkari.

Ia bahkan menyebut pertarungan akan tetap dilakukan, tetapi setelah persoalan mengenai kredibilitas tokoh agama yang dibela diselesaikan terlebih dahulu.

Herry menyinggung soal munafik bila UAH tak menepati pernyataannya tersebut. Perselisihan berlanjut ketika Yudi Cahyadi bersama sejumlah orang mendatangi rumah Herri Pras. Rekaman pertemuan mereka kemudian beredar di media sosial dan memperlihatkan perdebatan mengenai kesediaan Herri untuk bertarung.

Pihak Yudi mempertanyakan perubahan sikap Herri yang dinilai kembali mengajukan persyaratan, meski sebelumnya menyampaikan tantangan bertarung tanpa aturan hingga salah satu pihak tewas.(*)

Editor : AdminDua
Ceposonline konten kreator