Mentan Amran Pangkas Anggaran Rp3,7 Triliun, Ke Mana Uangnya Dialihkan?

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:14 WIB
Mentan Amran saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10)(Tangkapan Layar Youtube Kemendagri)
Mentan Amran saat rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/10)(Tangkapan Layar Youtube Kemendagri)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengalihkan anggaran sebesar Rp3,7 triliun untuk mendukung kebutuhan petani dan peternak selama dua tahun pemerintahan saat ini.

 

Dilansir dari Jawa Pos, anggaran tersebut berasal dari pemangkasan sejumlah kegiatan yang dinilai bukan prioritas, mulai dari acara seremonial, rapat di hotel, hingga belanja perjalanan dinas. Pemerintah memilih mengarahkan anggaran tersebut untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan.

 

“Kami refocusing, alihkan, dahulukan untuk peternak Indonesia. Itu hampir Rp3,7 triliun yang kita refocusing semuanya, kita dahulukan petani Indonesia,” kata Amran saat jumpa pers di Kantor Kementan RI, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

 

Amran mengatakan, efisiensi dilakukan dengan mengurangi belanja yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan utama sektor pertanian. Salah satunya, menghentikan kebiasaan menggelar rapat di hotel yang membutuhkan biaya besar.

 

Menurutnya, rapat dapat dilakukan di kantor atau tempat sederhana lainnya selama pekerjaan tetap berjalan. Ia bahkan berkelakar bahwa rapat di bawah pohon pun bukan masalah jika memungkinkan.

 

“Anggaran rapat di hotel, enggak ada rapat hotel, rapat di sini. Anggaran bunga, anggaran hadiah, anggaran perjalanan dinas, kami rampingkan. Kalau kita bisa rapat, jangankan di kantor, di bawah pohon pun bisa dan itu pekerjaan tetap jalan,” tuturnya.

 

Amran menegaskan, penghematan anggaran tersebut diarahkan agar dukungan pemerintah lebih berfokus pada petani dan peternak. Ia juga menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku sektor pertanian.

 

Salah satu indikator yang disorot Amran adalah nilai tukar petani (NTP), yang menurut dia telah meningkat menjadi 131. Ia berharap angka tersebut dapat terus naik hingga mencapai 140.

 

“Ini (NTP) naik, itu tidak menutup kemungkinan nanti ke depan 140 NTP-nya. Dan ini harus dipertahankan,” ujarnya.

 

Amran menilai, peningkatan NTP perlu dijaga karena berkaitan dengan daya beli dan kesejahteraan petani. Jika kondisi tersebut dapat dipertahankan, sektor pertanian diharapkan semakin menarik bagi generasi muda untuk terjun ke usaha tani, peternakan, dan perkebunan.

 

“Kalau 140 dipertahankan, itu kesejahteraan petani terjamin dan ini menarik generasi muda untuk beternak, bertani, berkebun, dan lain-lain,” pungkasnya. (*)

Editor : AdminDua
andi amran sulaiman Menteri Pertanian