Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Penggunaan AI, Kemkomdigi: Siswa Harus Tetap Berpikir Kritis 

A
Penulis: Agung Trihandono❯
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya dalam acara OJK Digiclass tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Fitra Ashari)
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya dalam acara OJK Digiclass tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026). (CEPOSONLINE.COM/ANTARA/Fitra Ashari)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Semakin berkembangnya Tehnologi kecerdasan buatan, banyak hal yang bisa dimudahkan, termasuk bagi anak-anak sekolah.

Hanya saja pemanfaatan yang tidak tepat dikhawatirkan bisa mempengaruhi proses belajar para siswa di bangku pendidikan.


Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) pun  mengingatkan kepada para siswa untuk tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) serta tidak menjadikannya sebagai jalan pintas semata untuk menyelesaikan tugas.

Advertisement

Seperti dilansir Antara, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa AI sejatinya hanyalah alat bantu penunjang pembelajaran. AI tidak bisa dijadikan pengganti otak, nurani, maupun insting manusia. 

"Kalau ada tugas jangan hanya meminta AI memberikan jawabannya langsung, kemudian langsung disalin. Tapi coba tanya, mengapa jawabannya seperti ini? Dan kita perlu meng-crosscheck kembali, jangan semata-mata bergantung pada satu sumber," kata Fifi dalam acara OJK Digiclass bagi pelajar Sekolah Rakyat di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Fifi mengimbau agar para siswa membiasakan membandingkan informasi yang didapat dari AI dengan sumber yang teruji keabsahannya seperti pernyataan guru, profesor, maupun bacaan ilmiah.

Advertisement

Ia menekankan bahwa berlatih berpikir kritis adalah faktor penting yang akan menentukan kesuksesan generasi muda di masa depan.

"Memang mudah menggunakan jawaban dari AI, tapi jangan semata-mata AI yang menjadi rujukan satu-satunya," tegasnya.

Selain mengajak menggunakan AI dengan bijak, dalam kesempatan tersebut Fifi juga menyampaikan langkah pemerintah dalam melindungi anak-anak di ruang digital melalui PP Tunas.

Fifi mengatakan kebijakan ini bertujuan agar anak dapat lebih fokus pada tugas utamanya, yakni belajar, serta membangun interaksi sosial yang sehat dengan orang-orang di sekitarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Teknologi AI Merambah Perangkat Pendukung Keselamatan Berkendara, Begini Sistem Kerjanya

Teknologi AI Merambah Perangkat Pendukung Keselamatan Berkendara, Begini Sistem Kerjanya

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai merambah perangkat pendukung keselamatan kendaraan, termasuk kamera dasbor (dashcam) seperti yang disajikan oleh Blackvue melalui Elite 10-2CH.

Pemilik ChatGPT Bersiap Jadi Raksasa Triliunan Dolar, Investor Mulai Bergerak

Pemilik ChatGPT Bersiap Jadi Raksasa Triliunan Dolar, Investor Mulai Bergerak

Langkah OpenAI untuk menembus jajaran korporasi bernilai triliunan dolar Amerika Serikat semakin terbuka lebar.

Sebentar Lagi Kita Hanya Kerja Tiga Hari Saja dalam Sepekan

Sebentar Lagi Kita Hanya Kerja Tiga Hari Saja dalam Sepekan

Bekerja lima hari seminggu mungkin tidak lagi menjadi keharusan pada masa depan. Pendiri Amazon Jeff Bezos memperkirakan, kecerdasan buatan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer