Dulu Kritis dan Bilang Akan Menolak, Kini Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo

Elfira Halifa • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 05:56 WIB
Rocky Gerung. (ANTARA)
Rocky Gerung. (ANTARA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Pelantikan Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan.

 

Pasalnya, pernyataan lama Rocky yang mengaku akan menolak jika mendapat tawaran mengabdi di pemerintahan kini kembali muncul di tengah kabar dirinya masuk ke lingkaran pemerintahan.

 

Sorotan tersebut salah satunya datang dari aktivis Feri Amsari. Melalui akun media sosial resminya, Feri mengunggah kembali video lama yang memperlihatkan percakapannya dengan Rocky Gerung.

 

Dalam video itu, Feri sempat menanyakan kepada Rocky mengenai kemungkinan adanya tawaran untuk bergabung dengan pemerintahan.

 

“Kalau tiba-tiba memang panggilan untuk mengabdi itu datang,” ucap Feri dalam video tersebut.

 

Rocky kemudian memberikan jawaban yang kini kembali ramai diperbincangkan.

 

“Saya bilang kalau tawaran itu datang, saya akan dengan cara seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya menolak,” jawab Rocky dilansir dari Jawa Pos, Minggu (4/10/2026).

 

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian publik. Sejumlah akun media sosial lainnya turut membagikan konten serupa dan menyoroti keputusan Rocky yang kini resmi menjadi bagian dari pemerintahan.

 

Rocky selama ini dikenal sebagai sosok yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Karena itu, keputusan dirinya bergabung sebagai anggota Wantimpres menjadi sorotan dan memunculkan beragam tanggapan di ruang publik.

 

Rocky Gerung resmi masuk dalam jajaran Wantimpres setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026)

 

Usai pelantikan, Rocky menjelaskan bahwa tugasnya sebagai Wantimpres bukan semata-mata untuk mengkritik Presiden.

 

Menurutnya, anggota Wantimpres memiliki tugas memberikan kritik, saran, serta menyampaikan berbagai persepsi yang berkembang di masyarakat terkait kebijakan pemerintah.

 

“Pesan khusus diberikan Pak Pres bahwa dewan pertimbangan punya kedudukan etis, kemampuan untuk melihat kebijakan dan memberikan pertimbangan soal arah, adalah fungsi normatif dari dewan,” kata Rocky.

 

Menurut Rocky, Wantimpres memiliki posisi etis untuk melihat kebijakan pemerintah secara lebih luas. Lembaga tersebut juga berfungsi memberikan pertimbangan kepada Presiden mengenai arah kebijakan yang akan ditempuh.

 

Rocky mengatakan anggota Wantimpres perlu memiliki kemampuan melakukan kontemplasi dan evaluasi terhadap berbagai persoalan.

 

Hal tersebut diperlukan agar dewan tidak hanya melihat persoalan yang sedang terjadi, tetapi juga mampu membaca kemungkinan arah masa depan Indonesia.

 

Karena itu, tugas Wantimpres tidak hanya memberikan pandangan terhadap kebijakan yang telah berjalan. Anggota dewan juga dituntut membaca perkembangan situasi dan memberikan masukan mengenai arah kebijakan pemerintah.

 

Rocky turut menekankan pentingnya memahami persepsi masyarakat terhadap kekuasaan dan kebijakan pemerintah.

 

Menurutnya, persoalan yang menyangkut kepentingan publik membutuhkan keahlian untuk mengolah berbagai persepsi yang berkembang di tengah masyarakat

 

“Karena ini urusan publik, maka keahlian diperlukan, dan paling penting menunjukkan apa yang salah dalam persepsi publik terhadap kekuasaan dan bagaimana diolah menjadi positif untuk negeri,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
rocky gerung Prabowo Subianto