Pemangkasan Anggaran MBG Berlanjut, Pagu 2026 Kini Rp229 Triliun

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 04:56 WIB
Ilustrasi: Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Maulana Surya
Ilustrasi: Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Maulana Surya

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mengurangi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 menjadi Rp229 triliun


Dikutip dari radarkurus.jawapos.com, pengurangan ini dilakukan dari alokasi sebelumnya yang mencapai Rp268 triliun, sehingga terjadi pengurangan sebanyak Rp39 triliun.


Pemotongan anggaran ini disebut sebagai salah satu langkah pemerintah untuk memperbaiki manajemen program agar pelaksanaannya menjadi lebih efektif dan efisien.


BGN menekankan bahwa perubahan ini belum merupakan angka akhir karena masih berlangsung proses penyesuaian internal yang terus dilakukan.


Sekretaris Utama BGN, Lili Khamiliyah, mengungkapkan bahwa penurunan pagu anggaran ini bersifat sementara. Saat ini, BGN masih sedang melakukan penyesuaian terhadap jumlah penerima manfaat MBG sehingga jumlah anggaran final belum ditentukan.


Melalui penyesuaian ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anggaran MBG sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan program di lapangan.


Prioritas utama BGN saat ini adalah memperkuat manajemen dan melakukan perhitungan ulang terhadap kebutuhan penerima manfaat agar alokasi anggaran lebih tepat sasaran.


Hingga saat ini, BGN belum mengumumkan angka akhir yang akan dijadikan acuan tetap untuk program MBG tahun 2026.


Meski begitu, penurunan menjadi Rp229 triliun menunjukkan bahwa pemerintah masih mencari cara untuk efisiensi sambil merapikan pelaksanaan program secara bertahap. (*)

Editor : Weny Firmansyah
BGN Mbg