Delapan Figur Mencuat, Ini Daftar Calon Ketua Umum PBNU, Ada Nama Menteri Agama dan Petahana

Weny Firmansyah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 05:04 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Peta persaingan menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) kian hangat.


Dikutip dari radarsolo.jawapos.com, sejumlah figur potensial mulai ramai diperbincangkan publik untuk memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut untuk masa khidmat mendatang.


Ketua Bidang Hukum dan Media PBNU Prof. Moh. Mukri menilai kemunculan banyak nama calon di tingkat tapak merupakan indikator positif yang mencerminkan sehatnya proses demokrasi di internal Nahdlatul Ulama.


"Kalau kemudian agak-agak hangat, ada banyak yang ingin maju menjadi Ketua Umum, ya biasalah. Itu justru sekaligus penampakan adanya demokrasi, ada penyampaian aspirasi," ujar Prof. Mukri Sabtu (18/7/2026) seperti dikutip dari https://lampung.nu.or.id


*Daftar 8 Nama Kandidat Potensial Ketum PBNU*

 

Prof. Mukri mengungkapkan sedikitnya terdapat delapan figur yang saat ini ramai beredar dalam bursa pimpinan tertinggi PBNU, yaitu:


1. KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya): Ketua Umum PBNU (Petahana).

2. KH Zulfa Mustofa: Wakil Ketua Umum PBNU.


3. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Ketua PWNU Jawa Timur.


4. KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin): Ketua PWNU Jawa Tengah.

 

5. Nasaruddin Umar: Menteri Agama RI.


6. Gudfan Arif: Bendahara Umum PBNU.


7. KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf): Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo.


8. KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).


*Syarat Minimal 99 Dukungan dan Peluang Koalisi*


Kendati delapan nama telah mencuat, Prof. Mukri menegaskan bahwa hingga kini belum ada kandidat yang mendominasi atau unggul secara mutlak.


Peta dukungan dinilai masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Berdasarkan regulasi dan mekanisme resmi organisasi, setiap bakal calon Ketua Umum PBNU diwajibkan mengantongi minimal 99 dukungan resmi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) maupun Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) agar dapat ditetapkan sebagai calon sah di arena muktamar.


"Belum bisa diprediksi siapa kandidat yang memiliki peluang paling besar untuk memimpin PBNU. Kalau ternyata kurang dari situ kan enggak memenuhi untuk jadi calon. Nanti bisa saja semacam koalisi," bebernya. "Peta pastinya baru akan terlihat mengerucut saat prosesi pencalonan resmi berlangsung di muktamar," tambah Mukri.

 

*Persiapan Muktamar di Pesantren Tambakberas Jombang*

 

Mengenai kesiapan lokasi, Prof. Mukri memastikan bahwa persiapan teknis Muktamar Ke-35 NU telah memasuki tahap pemantapan akhir.


Berbagai sarana dan prasarana di lokasi utama, yakni Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, sudah tidak mengalami kendala.


Panitia kini mengalihkan fokus penuh pada penyempurnaan substansi materi persidangan, perumusan rekomendasi strategis, serta penentuan arah kebijakan organisasi untuk periode berikutnya.


Muktamar Ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, dan diharapkan berjalan dengan tertib serta membawa kemaslahatan bagi jam'iyyah dan bangsa. (*)

Editor : Agung Trihandono
kemenag nu