Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Sudah 20 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jantung Koroner dan Radang Paru-Paru

Yohanes Palen • Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB
Jamaah haji Indonesia bersiap menjalankan umrah wajib. Hingga Jumat (8/5/2026), tercatat ada 20 jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci. (Media Center Haji 2026)
Jamaah haji Indonesia bersiap menjalankan umrah wajib. Hingga Jumat (8/5/2026), tercatat ada 20 jamaah haji Indonesia yang wafat di tanah suci. (Media Center Haji 2026)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Hingga hari ke-19 operasional haji Indonesia, Klinik Kesehatan Haji Indonesia  mencatat ada 20 orang jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci.
 
Terakhir, pada Jumat (8/5) Mei lalu ada empat jamaah haji Indonesia yang wafat dalam sehari.
 
Mereka adalah Ngadikin Hadjoyono asal Kabupaten Kulonprogo, DIY. Lalu ada Sibiyatun asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
 
Dua lainnya adalah Munisah asal Lombok Tengah NTB dan Siti Toto Ukar, jamaah haji asal Kota Ternate, Maluku Utara.
 
"Penyebab wafat yang paling banyak tercatat saat ini adalah penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru," terang Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha, dikutip Minggu (10/5/2026).
 
Di saat hampir bersamaan, Kemenhaj juga mendapat laporan adanya jamaah haji yang wafat dalam perjalanan ke Tanah Suci.
 
Jamaah bernama Sutrisno Agus Widodo asal Kabupaten Blora itu diketahui sakit saat dalam penerbangan dari Solo ke Saudi.
 
Ia kemudian diturunkan di bandara Kualanamu Medan saat pesawat melakukan technical landing .
 
Sutrisno lalu dilarikan ke RSUD Amri Tambunan Deli Serdang, namun akhirnya tak tertolong.
 
"Jenazah telah dilakukan pemulasaraan dan dipulangkan ke Embarkasi Solo oleh pihak maskapai," lanjut Ichsan.
 
 
Sementara itu, hingga Jumat lalu ada sebanyak 170 jamaah haji Indonesia yang dirujuk ke klinik kesehatan haji Indonesia karena berbagai sebab.
 
Selain itu, sudah ada 352 orang yang dirujuk di RS Arab Saudi, dan 77 di antaranya masih dalam perawatan di RS Saudi. "Kami kembali mengingatkan seluruh jamaah haji untuk menjaga kondisi fisik," tutur Ichsan.
 
Caranya adalah dengan mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, menghindari kelelahan, dan memperbanyak konsumsi air putih.
 
Selain itu, jamaah diingatkan untuk menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas di luar hotel agar terhindar dari potensi serangan panas.
 
Di antaranya memakai payung dan topi, juga secara berkala menyemprotkan air ke wajah untuk menjaga kelembapan.
 
 
Mengingat suhu udara di Madinah dan Makkah beberapa hari belakangan berkisar 38-44 derajat celsius, dan akan terus naik menjelang puncak haji.
 
Jamaah haji juga diminta segera melapor ke petugas kesehatan bila mengalami gangguan kesehatan.
 
"Kedisiplinan menjaga kesehatan menjadi sangat penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah secara optimal," imbuh Ichsan.
 
Puncak ibadah haji di Arafah masih 16 hari lagi. Masih ada waktu untuk mempersiapkan kondisi fisik agar jamaah bisa menjalani ibadah haji dengan baik.
 
Tak perlu memaksa memperbanyak ibadah Sunnah, bila akhirnya membuat tubuh lemah saat menjalani ibadah wajib, yakni Wukuf di Arafah hingga lontar jumrah di Mina. (*)
Editor : Yohanes Palen
#TANAH SUCI #kesehatan #haji