CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Hari raya Idul Adha 1447 H akan berlangsung sebentar lagi.
Berkaitan dengan itu saat ini di sejumlah masjid mulai menerima hewan kurban baik sapi ataupun kambing. Atau membentuk kelompok -kelompok untuk pemotongan sapi dan kambing.
Namun tidak sembarang hewan dapat dikurbankan. Hanya hewan tertentu dan memenuhi syarat saja yang dapat dikurbankan.
Dilansir JawaPos.com hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, dan kerbau yang dinyatakan sehat serta layak yang dapat dijadikan sebagai hewan kurban.
Lalu, bagaimana memilih hewan kurban yang sehat dan layak untuk hari raya Idul Adha 1447 H nanti? Tentu ada poin-poin penting yang harus dipenuhi, berikut tips yang diberikan oleh Baznas hingga Dosen UGM.
1. Hewan Ternak
Pertama yang harus diperhatikan ialah memastikan calon hewan kurban adalah hewan ternak serta memenuhi ketentuan sebagai hewan ternak yang sehat dan layak dijadikan hewan kurban.
2. Usia Hewan
Selanjutnya perhatikan usia hewan. Usia hewan yang layak dijadikan hewan kurban ialah minimal satu tahun untuk kambing/ domba dan dua tahun untuk sapi/ kerbau.
Usia hewan kurban dapat dilihat dari catatan kelahiran ternak yang biasa dimiliki oleh sang pemilik.
Cara lainnya, dengan mengecek gigi hewan, bila gigi susu hewan telah tanggal (dua gigi susu yang di depan), maka kambing/ domba telah berusia sekitar 12 - 18 bulan, sementara sapi/ kerbau berusia sekitar 22 bulan.
3. Tidak Cacat
Ketiga, pastikanlah hewan kurban dalam kondisi sehat dan tidak cacat. Pastikan calon hewan kurban tidak menunjukkan tanda-tanda seperti berikut:
- Demam
- Kurang nafsu makan
- Kudis
- Terdapat ekskreta (buangan) dari lubang hidungnya
- Bulu kusam dan berdiri
- Mata cekung dan kotor
- Diare
- Lemas.
Lalu, pilihlah calon hewan kurban yang memiliki cuping hidung yang basah, namun bukan karena flu, serta pilihlah hewan kurban yang memiliki bulu bersih, mengkilap, dan periksa pula pernapasan serta detak jantungnya.
Perlu bagi Anda melihat Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) untuk memastikan hewan yang dipilih benar-benar sehat. Anda dapat meminta SKKH kepada pemiliknya.
Penting untuk diketahui, hewan kurban menjadi tidak sah bila mengalami buta sebelah atau jelas sekali kebutaannya.
Hewan yang demikian status dagingnya berubah menjadi daging biasa bukan lagi daging dari hewan kurban.
4. Tidak Kurus
Selain tidak cacat dan sehat, calon hewan kurban pun harus memiliki fisik yang gemuk. Kondisi fisik yang tidak kurus menjadi salah satu tanda bahwa hewan tersebut sehat.
Hewan yang sehat dan memiliki kondisi fisik yang bagus dapat dilihat dari nafsu makan yang baik, lincah, mata yang bersinar, serta bulu yang tidak kusam.
5. Perhatikan Lokasi Pembelian
Terakhir, pilihlah lokasi pembelian hewan kurban yang jauh dari tempat pembuangan sampah maupun sumber polusi udara.
Seperti diketahui polusi udara dapat mempengaruhi tingkat stres hewan yang berdampak pada kondisi kesehatannya, sementara lokasi pembuangan sampah memungkinkan daging hewan kurban nantinya mengandung bahan berbahaya.
Selaras dengan kelima tips tersebut, Nanung Danar Dono, Ph.D., selaku Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa perlu untuk memilih hewan kurban yang sehat sempurna.
Adapun ciri-ciri yang diutarakan Nanung adalah:
- Kuat berdiri
- Tidak lemah
- Nafsu makan normal
- Tidak dalam keadaan sakit, terutama sakit menular
- Tidak Nampak cacat fisik.
"Jika hewan sakit, nampak dari nafsu makan hilang, malas berjalan, tubuh lemah," pungkasnya.
Tips berikutnya yang diberikan oleh Nanung, yaitu amati mengamati kuku kaki calon hewan kurban, pilihlah yang nampak sehat dan utuh. Kemudian pilihlah calon hewan kurban yang berjalan normal/ tidak pincang. (*)