Langkah ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan akibat gelombang pensiun besar-besaran di lingkungan aparatur sipil negara.
Tercatat, sekitar 160 ribu pegawai negeri sipil (PNS) memasuki masa purna tugas sepanjang 2025.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah agar pelayanan publik di instansi pusat maupun daerah tetap berjalan optimal tanpa kekosongan personel.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, memastikan pemerintah telah menyiapkan formasi untuk menggantikan para ASN yang pensiun.
“Kami sudah menyiapkan sekitar 160 ribu formasi pensiun yang harus segera diisi,”ungkap Rini Widyantini dikutip dari Jawapos.com
Menurutnya, rekrutmen CPNS 2026 akan lebih difokuskan pada lulusan baru atau fresh graduate sebagai bagian dari regenerasi birokrasi dan upaya menghadirkan talenta muda yang adaptif dengan kebutuhan pemerintahan modern.
Sebelum proses pendaftaran dibuka, Kementerian PAN-RB akan melakukan pemetaan kebutuhan pegawai secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Tak hanya bagi lulusan perguruan tinggi, peluang juga dibuka bagi lulusan SMA.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan akan membuka sekitar 380 formasi untuk lulusan SMA di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kebutuhan tenaga teknis di lapangan menjadi alasan utama dibukanya formasi tersebut.
“Saya butuh orang yang benar-benar berada di tingkat teknis di lapangan. Untuk Bea Cukai, kita buka sekitar 380 kuota bagi lulusan SMA,”tegasnya.
Formasi ini akan difokuskan untuk mendukung pengawasan di wilayah pelabuhan, perbatasan, hingga titik-titik pabean yang membutuhkan personel operasional secara langsung.
Terkait anggaran, Kemenkeu memastikan dana untuk rekrutmen ASN tahun ini telah tersedia dan siap digunakan.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses seleksi agar tidak berlarut-larut seperti tahun-tahun sebelumnya.
Bahkan, pemerintah menargetkan tahapan awal seleksi bisa mulai berjalan dalam waktu dekat, sehingga kebutuhan pegawai di berbagai sektor strategis dapat segera terpenuhi. (*).
Editor : Yohanes Palen