Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Sekolah Daring Batal Diterapkan, Ini Alasan Pemerintah

Yohanes Palen • 2026-03-25 15:46:23

 

Anak SD sedang sekolah Daring.
Anak SD sedang sekolah Daring.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan sekolah daring yang sebelumnya diwacanakan sebagai bagian dari upaya penghematan energi pada April 2026.

Adapun keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan bersama lintas kementerian.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno mengatakan, proses pembelajaran bagi siswa tetap berjalan seperti biasa melalui sistem tatap muka atau luring.

“Proses pembelajaran harus semakin optimal. Jangan sampai timbul learning loss,”ucap Pratikno dikutip dari Jawapos.com, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil demi menjaga kualitas pendidikan agar tidak mengalami penurunan.

"Pemerintah tidak ingin kebijakan efisiensi justru berdampak pada capaian belajar siswa,"ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah sempat mempertimbangkan penerapan metode hybrid, yakni kombinasi antara pembelajaran daring dan luring.

Namun, setelah dikaji lebih dalam, opsi tersebut dinilai belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.

“Dengan mempertimbangkan pentingnya kualitas pendidikan siswa, hasil pembahasan lintas kementerian menyepakati bahwa pembelajaran daring belum menjadi urgensi,” jelasnya.

Lebih lanjut, keputusan ini juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai program strategis, mulai dari revitalisasi sekolah, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggul Garuda sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

“Maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, maupun Kemendiktisainstek. Ini prioritas, ini utama,” tegas Pratikno.

Dengan dibatalkannya rencana tersebut, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah diharapkan tetap berlangsung secara tatap muka guna memastikan proses pendidikan berjalan optimal dan berkelanjutan. (*).

Editor : Yohanes Palen
#sekolah daring #siswa #Ceposonline.com #efisiensi #Pemerintah