Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Anggaran MBG Aman, Menkeu Pastikan Belanja Tak Produktif Akan Dihapus

Yohanes Palen • 2026-03-12 08:31:05

Ilustrasi siswa SD menikmati MBG. (GEMINI AI)
Ilustrasi siswa SD menikmati MBG. (GEMINI AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pemerintah akan mencoret sejumlah pengeluaran yang dinilai tidak produktif dan tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan utama program tersebut.

Menurut Purbaya, belanja yang tidak berhubungan dengan penyediaan makanan bergizi akan dieliminasi agar penggunaan anggaran menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia mencontohkan usulan pengadaan kendaraan atau peralatan yang diajukan berulang kali oleh sejumlah pihak akan dicoret dari anggaran.

“MBG tidak akan dipotong kecuali yang tidak produktif. Kalau dia mengajukan beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret. Kebutuhan yang tidak perlu dan tidak berhubungan dengan makanan akan kita coret,” ucap Purbaya

Purbaya menegaskan pemerintah ingin memastikan program MBG dijalankan secara efektif dan efisien sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Anggaran MBG tidak kita potong, tetapi kita pastikan belanjanya benar-benar efektif dan efisien,”ujarnya.

Keterangan tersebut disampaikan Purbaya usai melakukan kunjungan ke Pasar Tanah Abang untuk melihat secara langsung kondisi daya beli masyarakat baru-baru ini.

Kunjungan ini dilakukan di tengah berbagai pandangan yang menyebut ekonomi Indonesia tengah melemah.

Purbaya mengaku ingin memastikan langsung kondisi di lapangan setelah sejumlah ekonom menilai daya beli masyarakat menurun dan pasar tradisional mulai sepi pengunjung.

Padahal, berdasarkan data pemerintah, kondisi ekonomi nasional justru menunjukkan tren positif.

“Banyak ekonom mengatakan kita sudah resesi, daya beli hancur, pasar tradisional sepi. Saya ingin cek langsung karena data kita menunjukkan ekonomi justru sedang bagus,”bebernya.

Dari hasil kunjungan tersebut, Purbaya menyimpulkan aktivitas perdagangan di pasar masih berjalan normal dan daya beli masyarakat dinilai tetap kuat.

Dengan kondisi tersebut, mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu menilai Indonesia masih jauh dari ancaman krisis maupun resesi ekonomi. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Mbg #anggaran Program Makan Bergizi Gratis