CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto angkat suara terkait perintah siaga 1 yang diberlakukan di sejumlah satuan TNI. Dilansir Jawapos.Com, menurut Agus ini hanya merupakan bagian dari uji kesiapsiagaan rutin, khususnya bagi satuan yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB).
Agus, mengatakan bahwa setiap Komando Daerah Militer (Kodam) memiliki satu batalion yang disiapkan untuk siaga, terutama apabila wilayahnya berpotensi atau sedang menghadapi bencana alam.
"Kami menguji kesiapsiagaan personel dan material. Jadi, ini hal yang biasa," ujar Agus saat menjelaskan status siaga tersebut. Saat ditanya apakah status tersebut berkaitan dengan peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah, Agus memilih bungkam. "Oke, terima kasih ya. Ini hal biasalah siaga 1," ujarnya. Panglima menegaskan bahwa status siaga yang dimaksud semata-mata untuk memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di dalam negeri.
Mengenai konvoi kendaraan taktis yang sempat terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Agus mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi dan pengujian kecepatan mobilisasi pasukan. Melalui kegiatan itu, TNI menghitung waktu yang dibutuhkan satuan dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta untuk bergerak menuju titik tertentu apabila terjadi situasi darurat.
"Misalnya, dari wilayah-wilayah itu di wilayah Jakarta, berapa menit kita hitung gitu kan, sehingga kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa cepat digerakkan," ujarnya. Status siaga tersebut tidak memiliki batas waktu tertentu. Sementara itu, dalam keterangan resmi TNI disebutkan bahwa apel gelar kekuatan pasukan TNI di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, digelar untuk mengecek kesiapsiagaan prajurit dan alutsista dalam menghadapi perkembangan situasi stabilitas nasional. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser