CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan sikapnya terhadap kritik dan perbedaan pandangan politik dengan menyatakan bahwa kontestasi demokrasi adalah ruang yang tepat untuk beradu gagasan dan kepemimpinan.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan arahan pada Rokornas bersama para kepala daerah dan Pemerintah Pusat di Sentul, Bogor, Senin (2/1/2026).
Dalam pernyataannya, Prabowo menekankan bahwa demokrasi memberikan ruang terbuka bagi siapa pun yang ingin bersaing secara konstitusional.
“Kalau tidak suka dengan Prabowo, ayo bertarung di Pilpres 2029,”ujar Prabowo dengan tegas.
Menurut Presiden, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.
Namun, ia menegaskan bahwa kritik dan ketidaksetujuan seharusnya disalurkan melalui mekanisme yang sah dan bermartabat, bukan dengan cara-cara yang merusak persatuan bangsa.
Prabowo juga menekankan pentingnya stabilitas nasional dan kerja bersama untuk membangun Indonesia, terlepas dari perbedaan pilihan politik.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk fokus pada kepentingan rakyat dan pembangunan nasional.
“Demokrasi memberi kita kesempatan yang sama. Yang penting adalah kita semua tetap bekerja untuk rakyat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”tambahnya.
Pada kesempatan tersebut Prabowo mengatakan, semua orang sudah paham bahwa rakyat saat ini butuh pekerjaan.
"Kalau kita teriak terus dan mencela tidak akan tercipta. Saya buktikan kepada saudara-saudara bahwa sebagai Presiden RI, saya telah menghasilkan 1 juta lapangan kerja, hanya dari Makan Bergizi Gratis,"jelasnya.
Sambung Prabowo bahwa ada tuduhan untuk menjelekkan bangsa Indonesia ini yang dilakukan oleh segelintir orang.
"Jadi begini yah, kalau saudara tidak suka dengan dua atau tiga orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka dengan Prabowo silahkan 2029 bertarung,"cecarnya.
Lanjut Prabowo bahwa ada juga segelintir kelompok yang mana sedikit-sedikit mereka mau demo.
"Demo boleh, namun dia berharap demo itu ada kerusuhan yang mana akan mencelakakan bangsa dan negara. Bakar-bakar, bom molotov, saya katakan itu pidana dan saya tidak ragu-ragu,"tutup Prabowo. (*).
Editor : Yohanes Palen