CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Tiga unit pesawat tempur canggih Rafale resmi tiba di Indonesia dan kini ditempatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Dikutip dari Radar Semarang.ID, pesawat-pesawat tersebut telah diserahterimakan secara administratif dan teknis, sehingga siap dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara (TNI AU).
“Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Kedatangan tiga jet tempur Rafale ini menandai gelombang pertama dari total 42 unit yang dipesan Indonesia dari Dassault Aviation, Prancis. Pengiriman tahap awal ini menjadi tonggak penting dalam program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU, setelah kontrak pengadaan efektif sejak 2022 dan 2023.
Rico Sirait menegaskan bahwa kehadiran Rafale akan semakin memperkuat kemampuan TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Pesawat multirole generasi 4.5 ini memiliki mesin ganda yang tangguh saat dipakai untuk bermanuver, memiliki kemampuan superior dalam pertempuran udara ke udara, serangan presisi, serta misi anti-kapal, sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman di ruang udara nasional.
Pesawat ini bersayap delta canard buatan Prancis, yang dirancang oleh Dassault Aviation, untuk performa terbaik di udara.
Tangguh dalam serangan dan mode pengintaian. Spesifikasi utamanya meliputi panjang 15,30 m dengan bentang sayap ~10,9 m.
Adapun kecepatan maksimum Mach 1,8 dan kapasitas muatan 9.500 kg melalui 14 titik pemasangan senjata.
Ditenagai oleh dua mesin Snecma M88, pesawat ini dilengkapi radar AESA RBE2 dan sistem peperangan elektronik SPECTRA.
Namun, detail jadwal kedatangan gelombang kedua dan selanjutnya belum diungkap secara rinci oleh pihak Kementerian Pertahanan.
Sebelumnya, pengiriman tahap awal ini dijadwalkan pada akhir Januari 2026, sesuai rencana yang telah disepakati.
Indonesia menjadi salah satu negara pengguna Rafale setelah menandatangani kontrak pengadaan bertahap.
Kontrak tahap pertama untuk enam unit efektif pada September 2022, diikuti 18 unit pada Agustus 2023. Total kesepakatan mencapai 42 unit, dengan nilai kontrak mencapai miliaran dolar AS.
“Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Total pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit,” kata Edwin.
Pesawat Rafale pertama dijadwalkan tiba di tanah air pada awal 2026, sesuai pernyataan sebelumnya.
Kini, dengan ketiga unit tersebut telah berpangkalan di Pekanbaru, TNI AU tengah mempersiapkan infrastruktur, pelatihan pilot, serta teknisi untuk memastikan operasional penuh pesawat tempur canggih ini.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan udara utama di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menegaskan komitmen diversifikasi sumber alutsista untuk meningkatkan kesiapan tempur nasional. (*)
Editor : Weny Firmansyah