Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ludah Pinang di Kantong Plastik, lalu Buang ke Tempat Sampah

Administrator • 2020-03-29 12:09:52
Para penjual pinang, saat menjual pinang di Putaran Taxi Perumnas III Waena Kelurahan Yabansai Distrik Heram Kota Jayapura, Rabu (18/3). (Yewen/Cepos)
Para penjual pinang, saat menjual pinang di Putaran Taxi Perumnas III Waena Kelurahan Yabansai Distrik Heram Kota Jayapura, Rabu (18/3). (Yewen/Cepos)

Kebiasaan Ludah Pinang Sembarang Perlu Dihilangkan untuk Budayakan Lingkungan Bersih


Kebiasaan makan pinang sudah menjadi budaya, namun kebiasaan buang ludah sembarang hal itulah yang perlu dihilangkan, apalagi dengan merebaknya virus Corona sudah malah kemungkinan bisa mempercepat penyebaran virus tersebut.


Laporan Robert Yewen


Penyebaran virus Corona atau Covid-19 menjadi perhatian masyarakat dunia, Oleh karena itu, warga dianjurkan untuk tidak membuang ludah pinang sembarang. Hal ini sebagai bagian dari upaya mencegah berbagai penyakit di tengah-tengah masyarakat.


Ya, di berbagai tempat seperti di pasar banyak ditemukan orang buang ludah pinang sembarang, entah itu di parit, di lantai bahkan ada di tembok-tembok. Jika dilihat hampir semua tempat ada saja ludah pinang. Jembatan Youtefa yang belum lama diresmikan Presiden Joko Widodo pun sudah banyak ludah pinang.


Beberapa fasilitas umum seperti rumah sakit, bandara, dan kantor-kantor sudah memasang pengumuman untuk tidak membuang ludah sembarang, ada juga yang secara terang-terangan meminta untuk tidak memakan pinang di kawasan tersebut.


Salah satu Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, pinang sudah menjadi bagian dari budaya orang Papua dalam mengunyah pinang, sirih, dan kapur. Oleh karena itu, budaya mengunyah pinang tidak bisa dilarang.


"Silakan mengunyah pinang dan sirih, tetapi dianjurkan membuang ludah pinang tidak di sembarang tempat," katanya kepada Cenderawasih Pos, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (18/3).


Suroto mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, maka hal yang paling penting adalah bagaimana menjaga kesehatan, menjaga lingkungan tetap bersih, tidak membuang ludah pinang di sembarangan tempat.


Suroto menyatakan, pinang merupakan komoditas penting di Papua. Apalagi mama-mama Papua menghidupi keluarga dari pinang. Oleh karena itu, yang paling penting adalah bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan jika mengkonsumsi pinang, sehingga dapat mencegah penyebaran virus Covid-19 di Papua.


"Dengan membuang ludah pinang dalam kantong plastik, lalu terus di tempat sampah, maka hal ini sebagai salah satu langkah dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Papua," ujarnya.  (*/wen)

Editor : Administrator