Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Sungai Mengering, Yahukimo Mulai Alami Kelangkaan BBM

Administrator • Sabtu, 20 Oktober 2018 | 03:31 WIB
Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo Yafet Saram bersama anggota lainnya saat jumpa pers di Jayapura, Rabu, (22/7).(Noel/Cepos)
Anggota DPRD Kabupaten Yahukimo Yafet Saram bersama anggota lainnya saat jumpa pers di Jayapura, Rabu, (22/7).(Noel/Cepos)

Sejumlah anggota DPRD Yahukimo saat menggelar rapat di luar ruangan setelah sepekan terakhir aliran listrik terganggu akibat pasokan BBM tak masuk akibat sungai yang surut. DPRD Yahukimo meminta PLN untuk mengantisipasi situasi serupa dikemudian hari. (FOTO : Yoel for Cenderawasih Pos)


JAYAPURA-Akibat sungai Braza yang mulai surut dan tak menunjukkan tanda-tanda peningkatan debit air membuat pendistribusian BBM (Bahan Bakar Minyak) di Kabupaten Yahukimo terganggu.


Terhitung sejak Jumat (12/10) pekan lalu hingga Jumat (19/10) kemarin stok BBM di Yahukimo mulai sulit ditemukan. Dampaknya jelas, berimbas pada banyak sektor termasuk yang dirasakan oleh DPRD Yahukimo.


Para wakil rakyat ini terpaksa melakukan rapat di luar ruangan karena pendingin ruangan tak berfungsi. Para anggota DPRD ini menyusun meja di luar ruang komisi untuk selanjutnya menggelar rapat.


"Saya bisa bilang kondisi di Dekai hampir lumpuh akibat pemadaman listrik. Listrik padam bukan karena masalah teknis tapi memang pasokannya mulai jarang dan terbatas," kata Ketua Komisi B DPRD Yahukimo, Yoel Itlay melalui ponselnya, Jumat (19/10).


Penyebab pasokan BBM di Yahukimo mulai mengalami kelangkaan akibat pendistribusian seluruh barang yang menggunakan jalur sungai terganggu karena sungai mulai mengering atau terjadi penurunan debit air.  Kata Yoel menurunnya air di sungai tal lepas dari musim kemarau yang sedang melanda Yahukimo. Karenanya dengan situasi seperti ini ia meminta agar pihak PLN atau rekanan bisa belajar dan mengantisipasi hitungan musim yang berpeluang kembali terjadi.


"Untuk faktor cuaca ini memang tidak ada yang meminta tapi  harusnya pihak rekanan juga belajar soal ini. Sudah harus ada upaya antisipatif agar bila terjadi kekeringan lagi tidak sampai separah ini," katanya.


Solusi lainnya yang disampaikan adalah proses pendistribusian barang atau BBM bisa menggunakan perahu long boat. Hanya perahu long boat yang disebut tetap bisa melintas dengan kondisi air mulai surut. "Kalau kapal memang sudah tidak bisa, tapi kalau long boat masih bisa lewat jadi mungkin didrop pakai ini saja," katanya.


Sementara itu, Humas PLN Wilayah Papua dan Papua Barat yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa kondisi pendistribusian BBM untuk PLTD di yahukimo terkendala surutnya air sungai sehingga kapal yang mengantarkan BBM tersebut tidak bisa tembus.


“Saat ini kami masih menunggu debit air sungai kembali stabil baru kami akan segera melakukan pengiriman BBM untuk PLTD di Yahukimo, sementara itu untuk mengatasi keterbatasan BBM di sana kami hanya menyalakan listrik pada saat malam hingga pagi saja mengingat keterbatasanya stok BBM,” ungkap Fandi Humas PLN Wilayah Papua dan Papua Barat yang dihubungi, Jumat (19/10). (ade/ana/nat)

Editor : Administrator