Datang Cek Penghadangan Brimob, Anggota URC Polda Papua Tengah Malah Dikeroyok dan Ditikam

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Korban, Brigpol Riccy Kani saat dirawat di RSUD Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA TENGAH) 
Korban, Brigpol Riccy Kani saat dirawat di RSUD Nabire. (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA TENGAH) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE-Seorang anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Papua Tengah menjadi korban pengeroyokan dan penikaman saat merespons laporan adanya dua anggota Brimob yang dihadang sekelompok pemuda di Jalan Frans Kaisepo, kawasan Nabarua, Kabupaten Nabire, Kamis (20/8/2026).

Korban, Brigpol Riccy Kani, mengalami luka serius pada bagian wajah hingga patah rahang sebelah kiri. Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Nabire untuk mendapatkan perawatan medis.

Kabid Humas Polda Papua Tengah, I Made Suartika, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, korban diserang sekelompok pemuda saat mendatangi lokasi untuk mengecek laporan adanya penghadangan terhadap dua anggota Brimob.

“Iya, benar. Ada satu anggota Polda Papua Tengah yang menjadi korban penikaman oleh sekelompok pemuda di kawasan Nabarua,” kata I Made saat dikonfirmasi.

Menurut I Made, kondisi korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Atas instruksi Kapolda Papua Tengah, korban direncanakan dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.

“Saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di RSUD Nabire. Namun, sesuai instruksi Kapolda, korban akan kita rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, guna mendapat perawatan lebih intensif,” ungkapnya.

Sementara itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penikaman tersebut. Dari total enam orang yang diduga terlibat, satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Pelakunya ada enam orang dan lima di antaranya sudah ditangkap. Kini kelima tersangka berinisial KA (27), JSL (22), FS (27), SOW (25) dan JR (33) telah ditahan di Polsek Nabire Kota,” jelas I Made.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika dua anggota Brimob dihadang sekelompok pemuda yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras.

Kedua anggota tersebut kemudian menghubungi Brigpol Riccy Kani untuk meminta bantuan.

Mendapat laporan tersebut, korban bersama seorang rekannya langsung bergerak menuju lokasi untuk mengecek situasi dan memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Jadi sebelumnya ada dua anggota Brimob dihadang para pelaku yang diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Kemudian kedua anggota Brimob tersebut menelepon korban, sehingga korban bersama rekannya mendahului ke lokasi kejadian untuk mengecek kebenaran laporan tersebut,” jelasnya.

Namun, setibanya di lokasi, korban justru langsung diserang. Para pelaku mengeroyok dan menikam korban menggunakan pisau hingga menyebabkan luka serius pada bagian wajah dan rahang sebelah kiri.

“Akan tetapi, baru sampai di lokasi, korban langsung dikeroyok dan ditikam dengan pisau di bagian wajah. Kejadian itu langsung direspons oleh Tim URC dan Polsek Nabire Kota sehingga berhasil menangkap para pelaku. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

I Made menegaskan, kelima pelaku yang telah diamankan akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga telah melengkapi sejumlah alat bukti untuk mendukung proses penyidikan.

“Saat ini laporan polisi dan hasil visum et repertum telah dibuat dan dijadikan sebagai barang bukti untuk memproses para pelaku sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang hingga kini belum berhasil diamankan. Polda Papua Tengah memastikan proses hukum terhadap para pelaku akan dilakukan secara tegas dan profesional.

“Untuk satu pelaku yang masih melarikan diri, anggota masih melakukan pengejaran. Kami memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
Papua Tengah Ceposonline.com NABIRE