Chelsy Siswi Korban Pembunuhan Dimakamkan, Paguyuban IKT Angkat Suara 

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Keluarga dan teman sekolah berfoto bersama usai ibadah sebelum mengantarkan almarhum Chelsy ke pemakamkan di TPU Kimi Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

Keluarga dan teman sekolah berfoto bersama usai ibadah sebelum mengantarkan almarhum Chelsy ke pemakamkan di TPU Kimi Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Doa dan isak tangis mengiringi perjalanan terakhir Chelsy Kaltrin Chandra (CKC), siswi kelas II SMP yang menjadi korban pembunuhan sadis di Kabupaten Nabire. 

 

Ratusan pelayat memadati rumah duka di kawasan Nabarua Bawah hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kimi, Minggu (2/8/2026), untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

 

Suasana haru menyelimuti rumah duka sejak ibadah pelepasan dimulai. Keluarga, teman-teman sekolah, kerabat, dan masyarakat yang mengenal serta menyayangi Chelsy tak kuasa menahan air mata. 

 

Mereka larut dalam doa dan kesedihan saat memberikan penghormatan terakhir sebelum mengantarkan almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

 

Dipimpin Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, ratusan pelayat ikut mengantar sepanjang perjalanan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada siswi yang kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat Nabire.

 

Chelsy diketahui merupakan seorang anak yatim yang selama ini tinggal bersama sang ibu. Kepergiannya yang begitu tragis menyisakan duka yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi teman-teman sekolah dan warga yang mengenalnya.

 

Setibanya di TPU Kimi, suasana haru kembali pecah. Tangis keluarga dan para pelayat mengiringi prosesi pemakaman saat jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Doa-doa terus dipanjatkan sebagai penghormatan terakhir bagi almarhumah.

 

“Walaupun kita sedang dirundung duka dan tentu sulit menerima kenyataan ini, saya berharap kepada seluruh masyarakat Toraja agar menyikapi segala sesuatu dengan hati nurani yang baik serta menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” ungkap Yulianus.

 

Ia mengatakan, rasa kehilangan yang dirasakan keluarga maupun masyarakat memang tidak mudah diungkapkan dengan kata-kata. Namun, ia berharap duka yang mendalam tidak menjadi alasan munculnya tindakan yang bertentangan dengan semangat persaudaraan.

 

Yulianus juga mengingatkan seluruh keluarga dan masyarakat, terutama kalangan pemuda, agar menjaga keamanan dan ketertiban selama prosesi pengantaran jenazah hingga pemakaman selesai.

 

“Saya minta kepada seluruh keluarga, terutama anak-anak muda, agar dalam proses pengantaran jenazah dapat berlangsung dengan tertib. Jangan bikin malu orang Toraja,” tegasnya.

 

Ia kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Ia berharap Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan kepada ibu dan seluruh keluarga yang ditinggalkan agar mampu melewati cobaan berat tersebut. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
Papua Tengah Ceposonline.com pelajar NABIRE