Kapolres Nabire Puji Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya

Theresia F. Tekege • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:41 WIB
Kapolres Nabire,  Samuel D. Tatiratu (Tengah) saat diwawancarai di Polres Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 
Kapolres Nabire,  Samuel D. Tatiratu (Tengah) saat diwawancarai di Polres Nabire. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE) 

CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Aksi penyampaian aspirasi yang digelar Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) di Kabupaten Nabire, Kamis (23/7/2026), berlangsung aman dan tertib hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

Di balik kondusifnya jalannya aksi tersebut, Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan, seraya menilai para mahasiswa telah menyampaikan aspirasi secara damai dan tetap menghormati ketertiban umum.

Apresiasi itu disampaikan Kapolres usai memimpin apel konsolidasi pascapengamanan. Menurutnya, keberhasilan mengawal jalannya aksi tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur pengamanan yang sejak awal mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif.

"Memang sempat terjadi sedikit dinamika karena ada peserta yang mengikuti arahan dan ada yang memilih jalur sendiri”

“Namun, Puji Tuhan, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat sinergi TNI-Polri," ujar AKBP Samuel D. Tatiratu.

Menurutnya, pengamanan yang berjalan lancar juga tidak terlepas dari sikap aparat yang mengedepankan pendekatan humanis.

Dengan komunikasi yang terbangun baik, mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada DPR Papua Tengah secara aman hingga seluruh agenda aksi selesai.

"Kami memahami bahwa adik-adik mahasiswa datang untuk menyampaikan aspirasi. Tugas kami adalah memastikan hak tersebut dapat terlaksana dengan aman dan tertib, sehingga situasi keamanan tetap terjaga," katanya.

Meski aksi secara umum berlangsung kondusif, Kapolres memberikan perhatian terhadap pembakaran kardus dan sampah plastik yang sempat dilakukan oleh sebagian peserta.

Ia mengimbau agar cara-cara tersebut tidak lagi dilakukan dalam setiap penyampaian aspirasi karena berpotensi membahayakan keselamatan dan memicu ketegangan.

"Silakan menyampaikan aspirasi dengan tertib. Tidak perlu lagi melakukan pembakaran karena hanya menimbulkan asap, mengganggu kesehatan, dan dapat memicu situasi yang tidak diinginkan”

“Aspirasi sudah diterima oleh DPR Papua Tengah dan tentu membutuhkan waktu untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Kapolres juga menjelaskan dinamika yang sempat terjadi di kawasan Pasar Karang dipicu oleh sebagian peserta yang tidak mengikuti skema pengamanan yang telah dikoordinasikan sebelumnya dan memilih langsung melakukan long march.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena kurangnya komunikasi antara koordinator lapangan dengan aparat keamanan.

Meski demikian, seluruh personel tetap mengedepankan sikap profesional dan pendekatan persuasif sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa mengganggu jalannya penyampaian aspirasi.

"Kami memilih menyikapi dinamika di lapangan dengan bijaksana. Ke depan kami berharap setiap rencana aksi dapat dikoordinasikan lebih baik sehingga seluruh peserta dapat bergerak secara tertib menuju lokasi penyampaian aspirasi," katanya. (*)

Editor : Elfira Halifa
Ceposonline.com NABIRE