Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

DPR Papua Tengah Soroti Kerusakan KM 141 Jalan Nabire–Ilaga, Desak Kementerian PUPR Segera Bertindak

Theresia F. Tekege • 2026-03-25 09:18:29

Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai. (CEPOSONLINE.COM/SCRENSHOOT VIDEO saat Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah berada di kilo 141)
Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai. (CEPOSONLINE.COM/SCRENSHOOT VIDEO saat Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah berada di kilo 141)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Kerusakan jalan pada Kilometer 139 hingga 141 di ruas jalan nasional Nabire–Ilaga, Provinsi Papua Tengah, kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar segera mengambil langkah penanganan serius terhadap kondisi tersebut.

Gobai menilai, kerusakan yang berulang di ruas jalan Nabire menuju Paniai itu disebabkan oleh belum optimalnya sistem drainase, khususnya ketiadaan talut dan box culvert yang memadai.

“Kasih jalan buat air, supaya jangan air merusak jalannya manusia,” tegas Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai kepada media ini via seluler, Rabu, (25/3/2026).

Ia menjelaskan, titik jalan di KM 139–141 memiliki kontur yang lebih rendah dibandingkan area sekitarnya. Kondisi ini diduga menjadi jalur aliran air bawah tanah yang tertimbun, kemudian diaspal tanpa penanganan yang tepat, sehingga menyebabkan badan jalan cepat mengalami kerusakan.

“Saya sudah sering melewati ruas ini dan melihat langsung bahwa titik tersebut selalu rendah. Diduga ada saluran air di bawahnya, tetapi karena ditimbun dan diaspal tanpa jalur air yang baik, akhirnya jalan cepat rusak,” jelas Gobai.

Menurutnya, meskipun ruas jalan tersebut telah beberapa kali diperbaiki, kerusakan tetap berulang dalam waktu singkat. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan utama belum terselesaikan secara menyeluruh.

“Kerusakan ini terus berulang karena air tidak punya jalur. Tidak ada talut dan box culvert yang memadai, sehingga air merusak badan jalan,” ujar dia.

Gobai menegaskan bahwa kondisi geografis ruas jalan yang berada di lereng dan pinggiran gunung, dengan banyak jurang di sekitarnya, semakin menuntut pembangunan talut sebagai penahan tanah dan pengaman struktur jalan.

“Di wilayah seperti ini, talut dan box culvert bukan pelengkap, tetapi kebutuhan utama,” tegasnya lagi.

Untuk itu, DPR Papua Tengah mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR segera mengambil langkah konkret, antara lain:
1. Membangun talut secara merata di sepanjang ruas jalan rawan
2. Menyediakan box culvert sebagai saluran air yang memadai

“Kami minta Kementerian PUPR segera bertindak, agar kerusakan jalan ini tidak terus berulang dan tidak membahayakan masyarakat,” tutup Gobai. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#kerusakan jalan #Papua Tengah #NABIRE