CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Dinas Perhubungan Papua Tengah terus melakukan pembenahan infrastruktur dan fasilitas di Bandara Nabire guna mendukung operasional penerbangan komersial berbadan besar.
Kepala Bidang Udara Dinas Perhubungan Papua Tengah, Ricky Samuel Limbong, melalui Kepala Seksi Fasilitas Bandar Udara, Frengky Sadi, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan perpanjangan landasan pacu (runway) sepanjang 950 meter.
“Penambahan landasan pacu sepanjang 950 meter sudah dilaksanakan pada tahun 2025. Ini untuk mempermudah pesawat berbadan besar seperti Batik Air dan sejenisnya bisa masuk dan beroperasi dengan baik,” ujar Kepala Seksi Fasilitas Bandar Udara Dishub Papua Tengah, Frengky Sadi saat memberikan keterangan kepada media ini diruang kerjanya, Selasa, (3/32026).
Ia menambahkan, ke depan juga direncanakan pelebaran runway untuk semakin menunjang kapasitas dan keselamatan penerbangan.
“Rencana berikutnya ada pelebaran runway. Itu sudah diajukan, tinggal menunggu pelaksanaan kegiatannya,” katanya.
Di sisi fasilitas penumpang, Dishub Papua Tengah telah melengkapi ruang keberangkatan dan kedatangan dengan 150 kursi yang terdiri dari 75 kursi warna biru dan 75 kursi warna ungu. Seluruh kursi tersebut didatangkan pada Desember 2025.
“Untuk fasilitas di dalam bandara, khususnya ruang keberangkatan dan kedatangan, sudah tersedia 150 kursi. Semua sudah lengkap sejak Desember 2025,” jelas Sadi.
Selain kursi, sebanyak 150 troli juga telah tersedia dan dilengkapi dengan perangkat GPS untuk memudahkan pengawasan.
“Troli berjumlah 150 unit dan sudah dilengkapi GPS. Jadi dari sisi fasilitas penumpang, itu sudah siap,” tambah Frengky.
Namun demikian, ia mengakui bahwa fasilitas khusus seperti ruang ibu dan anak saat ini belum tersedia.
“Sementara untuk ruangan khusus ibu dan anak memang belum ada. Itu akan menjadi perhatian dalam pengembangan berikutnya,” ungkapnya.
Terkait fasilitas penginapan pejabat (fitrum), Frengky menyebut bangunan sudah tersedia, namun akses langsung dari ruang kedatangan belum ada.
“Bangunannya sudah ada, tetapi akses langsung dari ruang kedatangan ke fitrum belum tersedia. Tahun ini direncanakan pembongkaran pagar dan pembuatan jalur penghubung agar pejabat bisa langsung terhubung dari ruang kedatangan,” terangnya.
Sementara itu, area parkir pesawat (apron) juga menjadi perhatian karena kapasitasnya masih terbatas.
“Untuk parkir pesawat memang masih kecil, saat ini hanya bisa menampung sekitar dua pesawat. Tapi sudah diupayakan untuk dilakukan perluasan karena lahan bandara sebenarnya cukup luas,” tutupnya. (*)
Editor : Lucky Ireeuw