Terkendala Fasilitas dan Keamanan, Polsek Tembagapura Selamatkan Pendidikan Lewat Honai Belajar

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 12:05 WIB
Kegiatan belajar mengajar di Honai Belajar Polsek Tembagapura. (CEPOSONLINE.COM/POLSEK TEMBAGAPURA).
Kegiatan belajar mengajar di Honai Belajar Polsek Tembagapura. (CEPOSONLINE.COM/POLSEK TEMBAGAPURA). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan dan tantangan keamanan wilayah, Polsek Tembagapura berinisiatif menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

 

Melalui program "Honai Belajar", puluhan anak dari sejumlah kampung terpencil tetap mendapatkan hak dasar mereka untuk mengenyam pendidikan.

 

Kegiatan belajar mengajar tersebut dipusatkan di Honai Belajar Polsek Tembagapura. Berlangsung sejak pukul 08.40 hingga 11.30 WIT, program ini diikuti oleh 32 anak yang berasal dari Kampung Banti 1, Kampung Banti 2, Kampung Opitawak, serta kawasan permukiman Utikini dan Kimbeli.

 

Inisiatif ini digulirkan sebagai langkah penanggulangan atas persoalan anak tidak sekolah, yang selama ini kerap terkendala oleh minimnya sarana prasarana serta faktor keamanan di wilayah sekitar Kali Kabur dan perkampungan Waa Banti.

 

Dalam pelaksanaannya, Polsek Tembagapura mengerahkan dua personel sebagai tenaga pengajar, yakni Bhabinkamtibmas Waa Banti Aipda Lebu Tadan dan Bintara Unit Binmas Briptu Willyam Kasminya.

 

Sebelum memasuki materi inti, rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan diri, seperti tata cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar. 

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang murid, serta menyanyikan lagu-lagu nasional dan menghafalkan Pancasila guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

 

Pada sesi akademik, para personel membimbing anak-anak kelas A dan kelas B mempelajari matematika dasar, mencakup penjumlahan, pengurangan, serta perkalian sederhana. Materi ini dirancang untuk mengasah kemampuan berhitung, ketelitian, dan daya ingat peserta didik.

 

“Melalui kegiatan Honai Belajar ini, kami berharap anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar meskipun menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Kami ingin mereka terus semangat belajar, bisa membaca, menulis, dan berhitung, serta memiliki masa depan yang lebih baik,” ucap Aipda Lebu Tadan, Sabtu (7/11/2026). 

 

Selain pelajaran akademik, anak-anak juga diajak mengikuti sesi keterampilan tangan. Mereka membuat kerajinan pohon Natal dari bahan-bahan bekas seperti kardus dan tutup botol. 

 

Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas, kesabaran, kemandirian, serta mengenalkan konsep pemanfaatan barang tak terpakai menjadi karya bernilai.

 

Menjelang penutupan, para peserta didik bersama-sama membersihkan dan merapikan ruang kelas demi menjaga kenyamanan untuk pertemuan berikutnya. 

 

Kegiatan yang berakhir pada pukul 11.30 WIT tersebut berlangsung dalam situasi yang aman dan tertib.

Berdasarkan jadwal, program Honai Belajar ini akan kembali dilanjutkan pada Senin (9/11/2026). 

 

Pihak kepolisian berharap keberadaan program ini mampu menjembatani anak-anak di wilayah tersebut agar tetap mengenal aksara, membaca, menulis, dan berhitung di tengah keterbatasan akses sekolah formal.

 

Kendati demikian, Polsek Tembagapura menekankan bahwa kesinambungan pendidikan anak-anak di kawasan tersebut memerlukan sinergi lintas sektor. 

 

Dukungan nyata dari pemerintah, lembaga non-pemerintah, serta keterlibatan aktif para orang tua sangat dibutuhkan agar masa depan pendidikan anak-anak di pedalaman Mimika dapat terus terjaga dan ditingkatkan.(*)

Editor : Agung Trihandono
mimika tembagapura