CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Penemuan mayat seorang pria MA (31) di Kampung Hiripau, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (25/10/2026) meninggalkan duka mendalam bagi pihak keluarga.
Pria yang diketahui bernama lengkap Marius Apako ternyata merupakan warga Kampung Poumako Arwana, Distrik Mimika Timur.
Berdasarkan jejak yang ditelusuri kepolisian, dari laporan laporan awal bahwa korban ditemukan dalam kondisi kaku dengan luka parah dan pecah di bagian kepala.
Awalnya, ia diduga sebagai korban kecelakaan lalu lintas tabrak lari. Namun, rangkaian penyelidikan di lapangan menunjukkan adanya dinamika sosial yang lebih kompleks sebelum peristiwa itu terjadi.
Kronologi Penemuan dan Penanganan Kepolisian
Laporan penemuan mayat ini diterima oleh piket jaga Polsek Mimika Timur pada pukul 06.00 WIT dari pengaduan masyarakat setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian yang dipimpin oleh Ka SPK I Polsek Mimika Timur, Aipda Jono Banga Bua, langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 06.05 WIT.
Setibanya di lokasi pada pukul 06.10 WIT, petugas mendapati korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan posisi tergeletak di badan jalan. Warga sekitar sempat menutupi bagian kepala korban menggunakan daun pisang sebelum kedatangan aparat.
"Kami mohon agar keluarga menyerahkan serta mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujar Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2026).
Pada pukul 07.30 WIT, mobil jenazah Puskesmas Mapurujaya tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban bersama pihak keluarga.
Selang beberapa menit kemudian, Kanit Lantas Polsek Mimika Timur tiba di lokasi untuk memimpin olah TKP, mencatat posisi tubuh, mendokumentasikan bekas gesekan kendaraan, serta mengumpulkan barang bukti pendukung.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Mimika dengan pengawalan mobil patroli lalu lintas dan tiba di ruang jenazah pada pukul 08.27 WIT untuk menjalani proses pendaftaran administrasi serta pemeriksaan visum et repertum.
Keterangan Saksi dan Isu Kericuhan Malam Sebelumnya
Penyelidikan kepolisian turut melibatkan keterangan dari unsur pemerintah kampung setempat. Penasehat Kampung Hiripau, Yeremia Natipia, memberikan kesaksian penting terkait situasi keamanan di kampung tersebut sebelum penemuan jenazah.
Menurut Yeremia, beberapa hari sebelum insiden penemuan jenazah, sempat terjadi ketegangan di tengah warga. Sejumlah pihak, termasuk korban, disebut sempat mendatangi perangkat kampung dan memicu gesekan serta upaya adu domba antar kelompok warga.
Warga sebelumnya bahkan sempat meminta bantuan pengamanan kepolisian terkait keberadaan seorang warga bernama Klemens di RT 02.
Klemens diduga menjadi pemicu keributan dengan mengajak korban dan sejumlah pemuda mengonsumsi minuman keras beralkohol pada malam sebelum korban ditemukan tewas.
Kendati demikian, pihak kepolisian dan aparatur kampung belum dapat memastikan secara langsung keterkaitan antara kericuhan malam itu dengan penemuan jenazah Marius Apako di jalan raya pada keesokan harinya.
Polisi berkomitmen untuk memanggil Klemens serta saksi-saksi lainnya guna dimintai keterangan lebih lanjut.
Sikap Keluarga dan Tuntutan Visum
Dalam dialog yang dilakukan di TKP, pihak kepolisian memberikan penjelasan komprehensif kepada keluarga korban dan warga sekitar mengenai prosedur hukum yang akan ditempuh.
Kepolisian menegaskan bahwa visum et repertum di RSUD Mimika akan menjadi kunci utama untuk memastikan apakah kematian korban murni disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas atau terdapat unsur tindak kekerasan yang disengaja.
Pihak keluarga korban pada dasarnya telah menyerahkan penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum serta memberikan izin untuk dilakukannya autopsi dan pemeriksaan medis.
Namun, sebagai bentuk desakan agar penanganan dilakukan secara transparan dan tuntas, keluarga bersama warga sempat melakukan aksi pemalangan atau penutupan jalan di ruas poros Mapurujaya Kampung Hiripau (RT 02 dan RT 05).
Aksi pemalangan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi sambil menunggu keluarnya hasil resmi visum dari pihak rumah sakit dan kepolisian.
Aparat Polsek Mimika Timur terus melakukan pendekatan persuasif kepada pihak keluarga guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, sembari menuntaskan penyelidikan atas tabir di balik tewasnya Marius Apako. (*)
Editor : Agung Trihandono