Hari Ketujuh Pencarian: 4 Korban Perahu Tenggelam di Asmat Tidak Ditemukan, Pencarian Ditutup  

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 04:14 WIB
Tim SAR yang kembali ke dermaga usia melakukan pencarian hari terakhir di Perairan Asmat, Papua Selatan. (Foto: CEPOSONLINE.COM/SAR Timika).
Tim SAR yang kembali ke dermaga usia melakukan pencarian hari terakhir di Perairan Asmat, Papua Selatan. (Foto: CEPOSONLINE.COM/SAR Timika).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap empat korban hilang akibat tenggelamnya perahu bermesin ketinting di Perairan Muara Betsbamu, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Penutupan dilakukan setelah upaya penyisiran selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.


Keputusan penghentian operasi diambil usai dilakukannya evaluasi bersama antara tim SAR gabungan, instansi terkait, dan pihak keluarga korban pada Sabtu (12/9/2026).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna menjelaskan bahwa seluruh titik rawan pencarian telah disisir secara maksimal oleh tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan Laut melalui Stasiun Radio Pantai (SROP), hingga masyarakat nelayan setempat.


"Kami laporkan penyelenggaraan Operasi SAR terhadap perahu katinting yang mengalami kecelakaan di Perairan Agats. Hari ini, hari Sabtu, 12 September tahun 2026, memasuki hari ketujuh dengan hasil nihil," ujar I Wayan Suyatna dalam keterangan resminya, Sabtu (12/9/2026).


Wayan mengapresiasi dukungan penuh warga dan personel gabungan selama seminggu perburuan keberadaan para korban. Kendati demikian, karena batas waktu operasi telah tercapai sesuai standar prosedur penanganan bencana, operasi disepakati untuk ditutup.


"Selanjutnya, kami dibantu oleh masyarakat nelayan yang sangat antusias membantu kami, sehingga pelaksanaan Operasi SAR dapat berjalan baik, aman, dan lancar. Namun, hasil pencarian masih nihil. Kemudian kami berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, kami dapatkan mufakat bahwa Operasi SAR kami usulkan untuk ditutup kepada Kepala Badan SAR Nasional," tuturnya.


Meski operasi penjangkauan secara aktif dihentikan, otoritas SAR tetap memantau jalur pelayaran di perairan Agats dan sekitarnya.


"Kami ucapkan terima kasih kepada unsur yang terlibat atas koordinasi dalam pelaksanaan Operasi SAR ini. Dan bilamana korban atau tanda-tanda bisa ditemukan, kami akan membuka Operasi SAR tersebut kembali," kata Wayan.


Empat korban yang dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut ini merupakan satu keluarga, yakni Anton Yod (35), Bela Yod (4), Tekla Yod (2), dan Gilang Yod yang masih berusia enam bulan.


Petaka ini bermula pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Perahu ketinting yang mengangkut delapan penumpang bertolak dari Kali Wen menuju Distrik Kamur. 


Saat melintasi perairan Muara Betsbamu, perahu terbalik dihantam gelombang tinggi. Tiga penumpang dilaporkan selamat usai ditolong nelayan setempat, yakni Ebestina Kuwaito (34), Sabastian Kamur (22), dan Lina Kamur (20). 

Sementara satu korban lainnya bernama Beni Yod (20) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh pihak keluarga di perairan Ayip pada Selasa (8/9/2026) malam. (*)

Editor : Weny Firmansyah
tim sar mimika