Polisi Selidiki Penganiayaan Berdarah di SP 3, Korban Tewas Usai Mengalami Luka Parah

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Kondisi korban tergeletak bersimbah darah dikerumuni sejumlah orang di tepi Jalan Cenderawasih, sebelum perumahan Pondok Amor Indah, Rabu, 19 Agustus 2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA). 
Kondisi korban tergeletak bersimbah darah dikerumuni sejumlah orang di tepi Jalan Cenderawasih, sebelum perumahan Pondok Amor Indah, Rabu, 19 Agustus 2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA). 

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA-Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Kuala Kencana tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan berat yang menewaskan seorang pemuda berinisial P.K (23). 

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Cendrawasih, tepatnya sebelum Perumahan Pondok Amor Indah, Kelurahan Karang Senang SP 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (19/8/2026) sekira pukul 17:30 WIT.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Karya Kencana tersebut ditemukan tergeletak bersimbah darah dengan luka terbuka yang parah pada bagian belakang kepala dan bahu sebelah kiri.

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan masyarakat, Kapolsek Kuala Kencana AKP Djemi Reinhard bersama personel piket, Unit Reskrim, Unit Intelkam, tim Satreskrim Polres Mimika, serta unit Inafis langsung bergerak menuju Lokasi Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan tindakan awal.

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa penganiayaan ini pertama kali diketahuinya saat sedang menjaga tempat jualan di Perempatan Jayanti. 

Pelapor mendapat panggilan telepon dari pihak keluarga yang mengabarkan bahwa korban telah dibacok di area sebelum masuk Perumahan Amor. 

Pelapor kemudian bergegas menuju TKP menggunakan jasa ojek. Setibanya di lokasi, pelapor bersama warga sekitar langsung mengevakuasi korban yang terluka ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas.

Sementara itu, saksi berinisial Y yang berada di dekat lokasi kejadian menceritakan detik-detik sebelum korban akhirnya ambruk.

Saksi Y mengaku sempat melihat seorang pengendara jatuh di pinggir jalan dekat tempat kerjanya. 

Pengendara tersebut sempat bangkit dan berusaha kembali mengendarai sepeda motornya, namun kembali terjatuh tak jauh dari lokasi awal. Saksi awalnya tidak menghiraukan kejadian tersebut dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Situasi berubah menjadi panik ketika sejumlah pedagang pinang dan sayur di sekitar lokasi berlarian ke arah SP 3 sembari berteriak memberitahukan adanya aksi pembacokan,” jelas Hempy, saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026). 

Mendengar teriakan warga, saksi Y menghentikan pekerjaannya dan mengecek ke arah trotoar. Di sanalah ia melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah, pria yang sama yang sempat dilihatnya terjatuh dua kali dari sepeda motor.

Di TKP, tim Inafis dan petugas kepolisian langsung melakukan Olah TKP. Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain pakaian milik korban yang bernoda darah, satu bungkus rokok linting merek Anggur Kupu, serta satu unit sepeda motor Yamaha Shogun 125 warna biru-hitam tanpa pelat nomor yang ditemukan berjarak sekitar dua meter dari posisi tubuh korban.

Kendati sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang dialaminya.

“Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia dan selanjutnya ditempatkan di kamar jenazah RSMM Caritas untuk proses lebih lanjut,” ungkap Hempy.

Hingga berita ini diturunkan, identitas dan keberadaan pelaku penganiayaan masih belum terungkap.

Pihak kepolisian terus mendalami bukti-bukti di lapangan, termasuk menyisir serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain guna mengidentifikasi dan menangkap pelaku. (*)

Editor : Elfira Halifa
Tewas mimika Ceposonline.com