Seorang Pria di Mimika Ditemukan Tewas Mengenaskan, Puluhan Anak Panah Tertancap di Tubuhnya

Wahyu Welerubun • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 10:33 WIB
Kondisi korban ditemukan dalam keadaan tertancap puluhan anak panah di sekujur tubuhnya, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Kondisi korban ditemukan dalam keadaan tertancap puluhan anak panah di sekujur tubuhnya, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. (Foto: CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Seorang pria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah ditemukan dalam keadaan tewas mengenaskan dengan puluhan anak panah tertancap di tubuhnya.

 

Korban yang teridentifikasi berinisial G.M.U ini itemukan tewas di Kelurahan Harapan, Distrik Kwamki Narama sekitar pukul 18.00 WIT, Sabtu, 1 Agustus 2026.

 

Informasi mengenai penemuan ini pun diterima oleh otoritas keamanan setempat, yakni Polsek Kwamki Narama sekitar pukul 19.00 WIT.

 

Aparat kepolisian pun merespon ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung mengevakuasi jasad pria tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

 

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2026), menegaskan bahwa peristiwa ini murni pembunuhan.

 

Polisi mensinyalir bahwa korban yang sedang dalam pengaruh minuman keras masuk ke lokasi kejadian dengan membawa senjata tajam (Sajam).

 

Warga setempat yang merasa terancam langsung menyerang korban hingga korban meregang nyawa.

 

Meski demikian, pembunuhan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Polisi akan dikerahkan untuk mengejar pelaku pembunuhan tersebut. Kapolres menegaskan, “Kalau memang korban ini mengancam, harusnya lapor ke kami biar kami yang amankan, bukan main hakim sendiri."

 

“Intinya kami tidak membenarkan main hakim sendiri,” imbuhnya.

 

Sementra itu, merespon peristiwa ini, polisi akan melakukan penyekatan di wlayah tengah dua pihak yang sering bertikai di Distrik Kwamki Narama, mengingat lokasi ditemukannya korban masih merupakan area perang dua pihak yang terlibat konflik menahun beberapa waktu lalu.

 

(*)

Editor : Abdel Gamel Naser
mimika Ceposonline.com